Menag: Tidak Selayaknya MTQ Diselenggarakan Bermegah-megahan
NU Online · Senin, 22 Juni 2009 | 08:12 WIB
Menteri Agama Maftuh basuni menyatakan keprihatinannya atas penyelenggraan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) selama ini. Menurut Maftuh, penyelenggaraan MTQ terlalu bermewah-mewahan dan tidak memiliki manfaat yang berkesinambungan.
Maftuh juga menyatakan, masih banyak dana yang dibutuhkan untuk pengembangan pendidikan dan penyiaran Al-Qur'an, sehingga tidak selayaknya MTQ dilaksanakan dengan bermegah-megahan.<>
"Alangkah baiknya jika anggaran yang semula akan digunakan untuk MTQ, dialihkan sebagiannya untuk pembangunan sarana pendidikan, seperti pesantren, universitas atau TPQ-TPA," ungkap Maftuh di Jakarta, Senin (22/6).
Lebih lanjut, Menag juga menyoroti masih diperlukannya banyak bangunan untuk pengembangan pendidikan. Sehingga sebenarnya tidak perlu membuat bangunan-bangunan baru hanya untuk menyelenggarakan even sesaat tersebut.
"Saya sebetulnya punya obsesi untuk mendirikan ma'had-ma'had atau pesantren-pesantren di Universitas-Universitas. Itu karena satu dan lain hal, belum dapat terlaksana. Mudah-mudahan pengganti saya nanti bisa," kata Menag penuh harap.
Menag jauh, maftuh menyatakan, bahwa uang sebenarnya ada, namun belum bisa digunakan dengan maksimal karena tidak adanya payung hukum yang jelas.
"Persoalannya khan payung hukum untuk penggunaan uang itu belum jelas. Sekarang uang itu hanya berkembang melulu, tidak ada susutnya sama sekali,'' tandas Menag. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua