Mengikuti Keluarga Presiden Gus Dur, Ziarah Jelang Ramadhan
NU Online · Rabu, 27 Juli 2011 | 04:11 WIB
Jombang, NU Online
Yenny Wahid putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama tiga saudaranya, Anita Hayatunnufus, Alisah Qotrunnajah serta Inayah Wulandari, Selasa (27/7) melakukan ziarah kemakam Gus Dur yang terletak di Komplek Pondok Pesntren Tebuireng Jombang.
Disela-sela kerumunan para peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini, memadati makam mantan ketua PBNU ini, keempat putri Gus Dur didampingi Hj Farida Sholahudin, istri KH Salahudin Wahid, nampak terlihat meneteskan air mata saat lantunan doa tahlil dibacakan KH Lukman Hakim yang memimpin ziarah.
<>
“Sudah dua puasa ini kita tidak lagi bersama bapak (KH Abdurrahman Wahid), terasa berat ditinggal beliau,” terang Yenny mengatakan.
Gus Dur, lanjutnya selalu mengajarkan putri-putrinya untuk berziarah ke makam leluhur dan makam para ulama pendahulu.”Tidak hanya waktu menjelang puasa, beliau selalu menyempatkan diri untuk berziarah kemakam ulama’-ulama yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dimana beliau ada saat kunjungan disuatu daerah,” imbuh Yenny mengingat.
Karenanya, Yenny bersama tiga saudaranya juga melakukan kebiasaan dan tradisi yang dilakukan Gus Dur.”Kita ajak semuanya, termasuk cucu-cucu Gus Dur. Ini sebagai pembelajaran penerus beliau,” imbuh perempuan yang kini menjadi ketua PKBN ini mengatakan.
Sementara itu, menjelang puasa makam Gus Dur yang berada satu komplek dengan makam KH Hasyim Asy’ari pendiri NU nampak tidak pernah sepi dari peziarah. Mereka seakan mengalir bergantian datang dari berbagai pelosok negeri.
”Rombongan dari Cepu mbak Yenny,“ ujar salah satu rombongan memperkenalkan diri kepada putri Gus Dur.
Bersamaan dengan kedatangan keluarga di komplek makam presiden Gus Dur kemarin, rombongan ibu-ibu jamaah yasin dan tahlil asal Sidoarjo juga berziarah ke makam yang sebentar lagi akan dibangun menjadi kawasan wisata religi di kota santri Jombang ini.
”Rombongan dari Sidoarjo ada tiga bus, dan ini nanti langsung ke Ploso Kediri,”ujar ketua rombongan menjawab wartawan.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Muslim Abdurrahman
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua