Menteri India Ditahan atas Kerusuhan Anti-Muslim
NU Online Ā· Sabtu, 28 Maret 2009 | 06:14 WIB
Maya Kodnani, seorang menteri kabinet di negara bagian Gujarat, India barat, menyerah kepada polisi, Jumat (27/3) atas tuduhan menghasut massa dalam kerusuhan anti-Muslim tahun 2002 yang menewaskan paling tidak 2.000 orang.
Menteri urusan wanita dan kesejahteraan anak itu dituduh memimpin satu massa yang membunuh lebih dari 100 orang dalam beberapa kerusuhan agama paling buruk sejak India merdeka tahun 1947.<>
Penahanan itu adalah satu keadaan yang sangat memalukan bagi Partai Janata Bharatiya (BJP) dari Menteri Besar Gujarat Narendra Modi yang ikut mencalonkan diri dalam pemilihan nasional, dimana BJP bertarung sebagai partai oposisi utama.
Kodnani menyerahkan diri kepada satu tim penyelidik di kota Ahmedabad, dimana sebuah pengadilan sebelumnya membatalkan uang jaminan yang menyebabkan dia bisa keluar dari penjara sampai sekarang.
Paling tidak 2.000 warga Muslim ditikam, dipukul, ditembak atau dibakar sampai mati dalam kerusuhan tahun 2002, yang meletus setelah 59 peziarah Hindu tewas akibat kebakaran di sebuah kereta api yang pada awalnya dituduh dilakukan kelompok Muslim, tetapi menurut hasil penyelidikan kemudian menyimpulkan kebakaran itu tidak disengaja.
Pada Maret 2008 Mahkamah Agung memerintahkan satu pengusutan baru, setelah ada tuduhan-tuduhan bahwa pemerintah Gujarat terlibat.
Aktivis hak asasi manusia Teesta Setalvat mengatakan ia menyambut baik berita itu, dan mengatakan kepada jaringan televisi CNN-IBN bahwa "akhirnya pemerintah Gujarat tunduk pada konstitusi India dan hukum India." (ant/nur)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua