Jakarta, NU Online
MPR akan mengeluarkan kode etik anggota MPR RI, dan draftnya sendiri telah diajukan serta disetujui oleh Badan Pekerja Ad Hoc II MPR RI.
Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR RI Husni Thamrin kepada wartawan, Jumat (24/9). Menurut Husni Thamrin, MPR juga akan mengeluarkan tata tertib MPR untuk periode 2004 - 2009. "Berdasarkan perubahan amandemen UUD 1945," ujarnya.
<>Seberapa penting kode etik MPR ini ? Husni menjawab, selama ini MPR belum ada kode etik. Dengan adanya kode etik, kata Husni, diharapkan semua anggota MPR dapat mentaati kode etik itu. Sebut saja tentang kehadiran anggota majelis rakyat pada sidang-sidang MPR yang selama ini tak ada beban moral harus hadir atau tidak. Artinya, kalau mau masuk maupun tak menghadiri sidang tak ada etika yang dilanggar dan diberikan sanksi.
Namun jika ada anggota MPR yang melakukan pelanggaran, maka akan ada Dewan Kehormatan Anggota MPR. "Yang akan menjatuhkan sanksi kepada anggota MPR yang melakukan pelanggaran terhadap kode etik," ucapnya.
Disebutkan Husni, kode etik MPR ini akan diterjemahkan dalam keputusan MPR. Dan setelah adanya ketetapan MPR ini maka akan berlaku pada anggota MPR selanjutnya. "Keputusan MPR ini adalah keputusan yang mengikat pada anggota MPR yang akan datang," paparnya.
Dengan adanya kode etik ini diharapkan tiap anggota memiliki beban moral duduk di MPR mewakili kepentingan rakyat. Nantinya, kata Husni, MPR akan memiliki norma dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. (cih)
Terpopuler
1
Khutbah Shalat Istisqa: Memohon Hujan, Ampunan, dan Rahmat Allah
2
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
3
Hukum Mengisi Absensi Teman yang Tidak Masuk Kerja
4
Hukum Shalat di Atas Sajadah Bergambar dan Berwarna Mencolok
5
Indonesia dan Sejumlah Negara Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar Majelis Umum PBB
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ngarep-arep Tumurune Udan kelawan Nyuwun Pangapuran lan Tetulungan
Terkini
Lihat Semua