Mufti Suriah Syaikh Dr Ahmad Badrouddin Hassoun melakukan kunjungan ke PBNU, Kamis (15/10) dan diterima oleh KH Hasyim Muzadi, KH Syaifuddin Amsir serta jajaran pengurus PBNU lainnya. Ia didampingi Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar dan Dubes RI di Suriah Muzammil Basyuni.
Kunjungan silaturrahmi ini lebih bersifat mendiskusikan perkembangan dalam dunia Islam. Ia menegaskan Islam merupakan agama rahmatan lil alamiin ya<>ng mengakui keberagaman dan bisa bekerjasama dengan agama lain untuk membangun perdamaian.
Ia mengingatkan pentingnya umat Islam di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Ancaman untuk memecah belah Islam ini selalu muncul dari negara lain yang merasa terancam dan takut dengan perkembangan Islam.
Negara seperti Sudan dan Somalia yang penduduknya mayoritas muslim menjadi contoh perpecahan yang akhirnya menghancurkan umat Islam sendiri sehingga rakyatnya malah menderita.
"Dalam Islam tidak mengenal negara, tapi membangun kehidupan yang lebih baik. Islam merupakan agama universal yang mengakui keragaman dan bisa bekerja sama dengan agama lain untuk membangun perdamaian," katanya.
Karena itu, ia berharap agar keberagaman yang ada di Indonesia dapat dijadikan sebagai modal untuk mempertahankan kelangsungan Indonesia.
Mengenai pemikiran para ulama, Badrouddin menjelaskan bahwa para ulama tidak dogmatis dalam menyampaikan fikirannya, tetapi juga disesuaikan dengan zaman seperti yang dilakukan oleh Imam Syafii yang pendapatnya berbeda dari saat di Irak dan di Mesir.
Hal ini juga berlaku pada penerapan syariah Islam yang tidak kaku, tetapi disesuaikan dengan zaman. Hal ini juga dilakukan oleh para khalifah yang menerapkan hukum yang berbeda karena disesuaikan dengan kondisi zaman.
Sementara itu KH Hasyim Muzadi dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang ukhuwah nahdliyyah, ukhuwah islamiyyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah. Ia juga mengundang Badrouddin Hassan untuk menghadiri Muktamar ke-32 NU yang akan berlangsung di Makassar pada akhir Januari 2010 mendatang. Ia menyatakan kesanggupannya untuk menghadiri acara terbesar NU ini. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua