Mufti Suriah : Perlu Belajar Kebersamaan dari Indonesia
NU Online · Ahad, 11 Oktober 2009 | 05:49 WIB
Indonesia adalah negara kaya akan keragaman, termasuk keberagaman dalam kehidupan beragama. Dengan berbagai keragaman ini, Suriah, sebagai salah satu negara Islam di Timur Tengah yang juga memiliki beragam etnis, perlu banyak belajar mengenai kebersamaan dalam beragama dari Indonesia.
Demikian dinyatakan Syeikh Ahmad Badr Al-Din Hassan Mufti Agung Suriah, dalam jamuan makan malam bersama Menteri Agama RI, Muhammad Maftuh Basyuni dan Duta Besar Indonesia untuk Suriah HM Muzzammil Basyuni, di Jakarta, Sabtu (10/10).<>
Menurut Ahmad Badr, Indonesia mampu meredam berbagai isu yang terkait dengan perbedaan agama. Kondisi seperti ini, tidak dapat dijumpai di negaranya. Namun dunia Barat terlalu mengesampingkan peran Indonesia ini.
"Barat tidak terlalu memberi perhatian mengenai perkembangan umat Muslim di Indonesia. Suriah perlu banyak belajar mengenai kebersamaan dalam beragama dari Indonesia," kata Ahmad Badr.
Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Sheikh Hassoun beserta rombongan akan menelusuri berbagai tempat di Indonesia. Selain ke Pesantren Gontor, dia juga akan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua