Warta

Muhaimin: Saya dan SBY Murid Gus Dur

NU Online  ·  Kamis, 2 Juli 2009 | 14:02 WIB

Tegal, NU Online
Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB H A. Muhaimin Iskandar mengajak ribuan kiai kampung di Kabupaten Tegal untuk memilih Pasangan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY)-Boediono pada Pilpres 8 Juli mendatang.

Menurutnya, SBY juga murid dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sama seperti dirinya. “Saya dan SBY sama-sama murid dari Gus Dur, jadi jangan ragu dengan SBY,” katanya.<>

Muhaimin menyampaikan hal itu dalam orasi politiknya pada Konsoliasi Pengurus PKB dan Silaturahim Kiai Kampung di Halaman Kantor DPC PKB Kab Tegal yang belum jadi, Rabu (1/7) sore kemarin.

Muhaimin menceritakan, pada saat Gus Dur jadi Presiden, SBY adalah menterinya. Dan Muhaimin duduk di Parlemen. Mereka sama-sama bekerja dengan rapi untuk menjalankan pemerintahan. “Kalau kemudian hari ada silang pendapat, adalah upaya pendewasaan politik yang dilakukan Gus Dur pada kader-kadernya,” cerita Muhaimin.

SBY, kata Muhaimin, dalam kesehariannya menganut syariah, muamalah dan akhlak NU. “Boleh saja banyak orang ngaku-ngaku NU, tapi embel-embelnya tak NU. Yang penting, prakteknya Bung!” ujarnya.

Setelah Gus Dur berkeliling dunia untuk mengabarkan kalau Indonesia sebagai Negara yang mayoritas Muslim tapi damai, kata Muhaimin, SBY yang melanjutkan membentuk citra damai dengan jalan diplomasi.

Kepada para Kiai Kampung Muhaimin memberi alasan mengapa PKB mendukung SBY Boediono. Pasalnya, SBY telah terbukti membangun sistem demokrasi yang baik. Saat ini juga dibutuhkan pemimpin yang sabar dan tahan banting. “SBY-Boediono adalah figur yang tepat, bersih dan tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.

Muhaimin, dalam targetnya akan menyumbangkan suara 10 juta  dari Kader PKB demi kemenangan SBY-Boediono. Bila kedapatan ada kader yang mbalelo, dia tidak segan-segan akan menjatuhkan sangsi keras kepada yang bersangkutan. “Ini demi kelanjutan kebesaran PKB dan NU,” tandasnya.

Sementara Ketua Tanfidz DPW PKB Abdul Kadir Karding menyampaikan, PKB tetap besar dan harus besar untuk waktu-waktu selanjutnya. Sebab dengan kebesaran PKB, akan menjaga politik Aswaja dan memperjuangkan kepentingan NU.

Usalan PKB kepada SBY, kata Karding, anggaran pendidikan 20 persen juga harus mengalir ke pondok pesantren. Selain itu, pembangunan harus diprioritaskan pada di pedesaan. “Karena mayoritas warga pedesaan Nahdliyin, maka pembangunan pedesaan mutlak diprioritaskan,” ungkap Karding.

Tampak Hadir Ketua DPC PKB Tegal Habib Sholeh al Athos, Ketua Tanfidz DPC PKB Kab Brebes H Asmawi Isa, Ketua DPC Partai Demokrat Brebes H Dedy Yon Supriyono, para Caleg jadi DPW PKB dan DPC Kab Tegal dan simpatisan lintas partai koalisi SBY-Boediono. Dari pantauan NU Online, acara silaturrahim ini tidak dihadiri para tokoh pengurus NU. (was)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang