MUI: Hindari Perbuatan Sia-Sia dan Pemborosan di Malam Tahun Baru
NU Online · Jumat, 31 Desember 2004 | 04:48 WIB
Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada masyarakat luas, khususnya umat Islam, untuk menghindari perbuatan sia-sia dan pemborosan seperti menyelenggarakan perayaan malam tahun baru 2005 secara berlebihan.
Ketua MUI Umar Shihab dalam pernyataan pernya di Jakarta, Jumat, menyatakan, segala perayaan sukacita lahiriah hendaknya dibatasi atau diganti dengan gairah untuk menolong sesama yang sedang dilanda musibah di Aceh dan Sumatera Utara.
<>MUI mengimbau agar dalam menyambut tahun baru 2005, masyarakat mengembangkan sikap terpuji dan optimis, melakukan muhasabah (renungan), memperbanyak zikir dan meningkatkan amal.
Untuk itu, MUI juga menyerukan agar masyarakat khususnya umat Islam untuk lebih meningkatkan solidaritas kemanusiaan dengan memberikan bantuan, baik moril maupun materil, kepada para korban bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut.
Selain itu, MUI juga menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan Shalat Ghaib di tempat masing-masing bagi kaum muslimin yang menjadi korban bencana alam.
Sementara itu, di Masjid Istiqlal Jakarta pada malam ini rencananya akan dilakukan acara Doa dan Zikir Bersama dalam rangka menunjukkan rasa keprihatinan bangsa mengakhiri tahun 2004 dan menyongsong tahun 2005.
Menurut rencana, acara akan diawali dengan Shalat Ghaib yang akan dilaksanakan setelah Shalat Maghrib, lalu dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin beserta dzikir dan doa yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Asy Syafi’iyah KH.Abdul Rosyid Abdullah Syafei.(an/mkf)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua