MUI Jatim: Nada Sambung Al-Qur'an tak Boleh Sembarangan
NU Online · Kamis, 11 Februari 2010 | 04:02 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan operator telepon selular dan masyarakat untuk tidak menggunakan nada sambung berisi ayat Al-Qur'an di sembarang tempat. "Gunakan ayat-ayat Al-Qur'an sesuai peruntukannya dan jangan diperdengarkan di sembarang tempat," kata Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Imam Tabroni, di Surabaya, Rabu (10/2).
Tabroni menegaskan, selama ini MUI Jatim tidak melarang penggunaan nada sambung berisi ayat-ayat Al-Qur'an. "Untuk itu kami tidak mengeluarkan fatwa terkait adanya laporan dari masyarakat yang memperdengarkan nada dering tersebut tidak pada tempatnya," katanya.<>
Menurut Tabroni, MUI hanya mengingatkan operator telepon selular dan masyarakat terkait adanya laporan masyarakat yang merasa takut menggunakan ayat Al-Qur'an sebagai nada sambung pribadinya. "Jangan sampai ayat tersebut diperdengarkan tidak sampai tuntas dan di sembarang tempat, seperti toilet," katanya.
Oleh sebab itu, MUI meminta pengertian operator selular dan pengguna nada sambung ayat Al-Qur'an. "Sebelum mamasuki toilet diharapkan pengguna nada sambung tersebut mematikan nadanya," kata Tabroni.
Sementara itu MUI Kabupaten Blitar saat ini sedang melakukan pengkajian berkembangnya nada dering yang menggunakan suara azan dan ayat suci Al-Qur'an. MUI Kabupaten Blitar tidak mengharamkan pengunaan nada dering tersebut. Namun penggunaannya yang harus tepat. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
4
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
5
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
6
Kultum Ramadhan: Bersihkan Hati Menyongsong Idul Fitri
Terkini
Lihat Semua