Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa kemungkinan tahun ini tidak ada perbedaan antara NU dan Muhammadiyah terkait penentuan jatuhnya Idul Fitri.
''Kemungkinan besar Idul Fitri jatuh pada Ahad (20/9) dan tidak ada perbedaan,'' tegas KH Ma'ruf Amin, Ketua MUI, dalam konferensi persnya di kantor MUI Jl. Diponegoro Jakarta, Selasa (15/9).<>
''Kemungkinan sama ini karena tinggi hilal pada Sabtu malam sudah mencapai antara tiga hingga lima derajat. Karena tinggi hilal sudah di atas dua derajat, maka semua akan menetapkan Ahad sebagai hari Idul Fitri, sehingga tidak ada perbedaan,'' tambah Kiai Ma'ruf.
Kondisinya, menurut Kiai Ma'ruf, akan kritis atau berpeluang adanya perbedaan jika tinggi hilal masih di bawah dua derajat di atas ufuq.
Namun demikian kiai Ma'ruf mengungkapkan bahwa bagaimanapun MUI dalam menetapkan Idul Fitri, selalu menunggu keputusan sidang Itsbat pemerintah.
''Jadi seperti biasanya, dalam penetapan awal Syawal, kami selalu berdasarkan sidang Itsbat yang dilakukan oleh Depag bersama ormas-ormas Islam,'' tandas Kiai Ma'ruf.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI, KH Umar Shihab, mengungkapkan walaupun kemungkinan terjadinya perbedaan sangat kecil, pihaknya meminta jika ada perbedaan, jangan dibesar-besarkan.
''Karena perbedaan itu suatu rahmat,'' kata Umar Shihab. (min)
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
6
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
Terkini
Lihat Semua