Museum Morgan New York Pamerkan Manuskrip Islam Abad Pertengahan
NU Online · Jumat, 21 Oktober 2011 | 14:02 WIB
New York, NU Online
Museum dan Perpustakaan Morgan telah dikenal komunitas internasional atas koleksi lengkap manuskrip periode abad pertengahan dan pencerahan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Morgan juga menyimpan koleksi manuskrip Islam dari abad pertengahan hingga zaman kejayaan Islam di akhir abad ke 19. Koleksi yang tersimpan dalam Museum dan Perpustakaan Morgan antara lain kaligrafi, kitab karya pemikir Islam, hingga karya penyair asal Persia, Jalaluddin Rumi.<>
Untuk memperkenalkan koleksi manuskrip Islam, pihak Museum mengelar pameran yang berlangsung dari 21 Oktober 2011 hingga 29 Januari 2012. Sekitar 90 manuskrip Islam akan ditampilkan dalam pameran ini. "Pierpont Morgan, pendiri museum begitu tertarik dengan seni khas Timur Tengah," ungkap Direktur Morgan, William M Griswold.
Griswold mengungkap berbagai koleksi Pierpont merupakan karya seni bernilai tinggi. Salah satu seni yang dimaksud berupa segel kuno berbentuk tablet yang merupakan peninggalan Islam kuno. "Apa yang dipamerkan bakal menunjukan karya seni luar biasa dari peninggalan peradaban Islam," paparnya.
Selain itu, ada satu lukisan menggunakan medium hewan karya Manafi-i Ibnu Bakhtishu. Karya itu oleh sejarahwan Richard Ettinghausen dinilai sebagai salah satu manuskrip Islam terbesar di zamannya. Tak ketinggalan miniatur menakjubkan yang mencerminkan pengaruh budaya mongol dalam perabadaban Islam.
Koleksi lain, kitab terjemahan berbahasa Turki karya penyair Persia Jalaluddin Rumi. Kitab terjemahan tersebut dibuat oleh Mahmud Darvish Mesnevi Khan di Baghdad pada 1590 atas perintah Sultan Murad III. Sementara salinan asli karya Rumi tersimpan di Museum Topkapi, Baghdad. Manuskrip lain yang ditampilkan adalah risalah tentang astrologi, keajaiban dunia, demonologi, dan ramalan yang dibuat tentang 1582 untuk Ayisha Sultan, putri dari Sultan Murad III.
Yang istimewa, koleksi dari Sir Charles Hercules Baca, Kepala British Museum 1896-1921 juga akan ditampilkan. Adapu koleksinya meliputi lukisan koleksi Husain Khan Shamlu, gubernur Herat (1598-1618), salah seorang penguasa Persia. Berikutnya, koleksi lukisan dari dinasti Mughal.
Sementara itu, koleksi unggulan yang bakal ditampilkan adalah sebuah mushaf Al-Qur'an dari berbagai periode. Koleksi pertama merupakan mushaf yang dibuat di Shiraj tahun 1580. Ada pula mushaf dalam format persegi panjang yang mencerminkan karakter Kufic dan mushaf Al-Qur'an dalam format vertikal.
Setelah Pierpont Morgan meninggal pada tahun 1913, karena pengaruh Belle Greene, putra Morgan, JP Morgan Jr, juga membeli beberapa Al-Qur'an yang dari masa awal kejayaan Islam.
Redaktur: Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua