Para pemimpin Muslim di Rusia telah menyerukan umat Islam untuk memboikot perayaan hari Saint Valentine, dan menyatakan bahwa perayaan tersebut merupakan "ajaran permisif universal, amoralitas dan nihilisme.
Sebuah dewan pimpinan Muslim di kawasan Nizhny Novgorod Rusia, Rabu mengeluarkan pernyataan yang menyerukan sebuah "larangan" merayakan Hari Valentine, yang semakin populer di Rusia meskipun bukan merupakan hari libur resmi.<>
"Kami menyerukan kepada semua orang beriman dan berfikiran logis untuk mengatakan "tidak" untuk merayakan hari ini, karena tidak hanya bertentangan dengan norma-norma Islam, tetapi juga bertentanga moralitas manusia," kata pernyataan itu.
Para pemimpin Muslim juga mengimbau kepada seluruh kepala sekolah kawasan untuk membatalkan perayaan demi "alasan-alasan moral dan etika."
Hari Valentine saat ini merupakan bisnis besar di Rusia, dengan toko-toko yang menjual pernak-pernik berbentuk hati dan kartu dan restoran penumpangan menu khusus. Demikian seperti dilansir khaleejtimes.
Pada tahun 2008 istri Presiden Dmitry Medvedev, Svetlana Medvedeva, meluncurkan saingan hari libur yang disebut Hari Keluarga, Cinta dan Fidelity, yang menekankan tradisi Kristen Ortodoks. (ful)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua