Di setiap tingkatan, mayoritas warga Nahdliyyin menginginkan pemimpin organisasi yang memiliki jiwa ikhlas dan rela berkorban demi jam'iyyah. Keinginan ini tentu harus didukung oleh sumberdaya para pemimpin masyarakat di tingkat-tingkat lokal.
Karena mustahil Nahdlatul Ulama memiliki pemimpin yang memiliki kapabilitas yang memadai dan integritas yang tinggi di hadapan warganya, jika tokoh-tokoh yang muncul dari tingkat lokal masih didominasi oleh orang-orang yang hanya mengandalkan lobi politik saja.<>
Pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) Jakarta Utara, Abi Ukhwanuddin seusai acara Bathsul Masail, Rabu (7/10). Abi berharap, Konfercab dapat menghasilkan pemimpin yang mumpuni dan memiliki integritas tinggi bagi organisasi.
Menurut Abi, para calon Ketua Pengurus Cabang yang telah mendaftar, nantinya akan diseleksi oleh tim yang terdiri dari Rais Syuriyah terpilih dan beberapa unsur pimpinan demisioner.
"Dengan demikian, tidak akan terjadi seorang Rais Syuriyah terpilih yang tidak menyetujui calon ketua Tanfidziyah karena ketidaksenangan pribadi," terang Abi kepada NU Online di Jakarta.
Lebih lanjut Abi menyatakan, Konfercab mensyaratkan seorang calon ketua untuk mendaftar terlebih dahulu kepada panitia. Sehingga calon-calon yang nantinya akan dipilih diharapkan telah memiliki komitmen untuk memimpin sejak awal. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua