Gubernur Tabuk Pangeran Fahd bin Sultan bin Abdul Aziz, Kamis (2/7) kemarin menikahkan secara massal 1.400 pasangan, atau 2.800 orang laki-laki dan perempuan. Jumlah ini tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah.
Pesta pernikahan diselenggarakan di Gedung Pusat Sosial Pangeran Sultan bin Fahd di Tabuk, wilayah barat Arab Saudi. Upacara sangat meriah dan biaya sepenuhnya ditanggung gubernur.<>
Banyaknya pasangan yang menikah massal ini, menurut Fahd bin Sultan, menunjukkan bahwa tak mungkin manusia bisa hidup sendiri, tanpa orang lain. Semua manusia akan saling tergantung. Laki-laki butuh teman wanita dan wanita butuh teman laki-laki. Demikian dikutip situs informasihaji.com.
"Saya menyarankan kepada kalian semua dan saya pribadi agar takut Allah Yang Maha Kuasa. Kalian harus tahu bahwa perkawinan adalah tanggung jawab yang sangat signifikan bagi pribadi kalian semua. Sejak kini setiap orang dari kalian akan menjadi bagian masyarakat dan bertanggungjawab penuh terhadap keluarga. Saya ikut berdoa semoga kalian semua berhasil menjalani kehidupan,” kata Gubernur Tabuk yang juga anak Putrera Mahkota Arab Saudi itu.
Perkawinan massa adalah sebuah upaya kerajaan Arab Saudi untuk memudahkan proses pernikahan di negara kaya minyak itu. Pernikahan di Arab Saudi terbilang mahal karena memungut mahar yang sangat tinggi. Mahar tinggi adalah tradisi yang ingin didobrak sejumlah tokoh Saudi. Pemerintah dan beberapa lembaga sosial di Arab Saudi banyak memberi bantuan untuk para lajang yang hendak menikah dengan bantuan uang mahar dan lain sebagainya.
Pangeran Fahd bangga melihat di wilayahnya bisa terselenggara perkawinan massal terbesar dalam sejarah Arab Saudi. Dari jumlah ini, sepertiga di antaranya datang dari desa-desa di Tabuk. Mereka sangat gembira bisa berpotret bersama Gubernur Tabuk. Hanya, pasangan wanitanya tidak ditampakkan. (nam)
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
6
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
Terkini
Lihat Semua