Nahdlatul Ulama (NU) mengkampanyekan ‘perang’ terhadap pembalakan liar (illegal logging). Komitmen tersebut terungkap dalam National Meeting dan Workshop bertajuk “Sinergi Pengelolaan Hutan Lestari dan Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa Hutan Berbasis Multistakeholders” di Hotel Santika, Jakarta, Jumat (20/7)
Hadir pada acara yang digelar Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL) Pengurus Besar NU tersebut, Menteri Kehutanan MS Kaban, Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan, Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj dan sejumlah ulama NU se-Indonesia.<>
Kiai Tolhah, dalam sambutannya mengatakan, kampanye gerakan ‘perang’ terhadap pembalakan liar tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian NU terhadap nasib hutan di Indonesia yang semakin rusak. Gerakan tersebut, katanya, juga berupaya melestarikan lingkungan sekitar, sebagaimana pula telah diperintahkan oleh Islam.
Menurut mantan Menteri Agama RI itu, di dalam Alquran telah jelas perintah untuk memelihara kelestarian alam, termasuk memelihara hutan. “Surga, di dalam Alquran, tidak pernah digambarkan dengan kekeringan. Surga digambarkan dengan sebuah lingkungan yang sejuk, banyak air mengalir, banyak tempat-tempat rindang, banyak buah-buahan, dan sebagainya,” terangnya.
Dengan demikian, tambahnya, memelihara serta menjaga kelestarian lingkungan, juga merupakan ibadah. Tidak melakukan perusakan hutan atau mencemari lingkungan pun bisa disebut bentuk melaksanakan perintah Allah SWT yang bernilai pahala.
Melalui program pelestarian hutan dan lingkungan itu pula, ujarnya, NU berupaya mengembangkan ajaran Islam yang selama ini hanya dipahami sebagai sebuah bentuk ibadah ritual semata.
“Ini (pelestarian hutan dan lingkungan, Red) adalah ibadah dalam dimensi lain, yakni dimensi kesejahteraan. Ibadah dalam dimensi ini tidak hanya berarti melaksanakan perintah Tuhan, tapi juga turut membantu memecahkan masalah umat yang disebabkan kerusakan hutan dan lingkungan lainnya,” terang mantan Rektor Universitas Islam Malang, Jawa Timur itu.
National Meeting dan Workshop tersebut akan digelar hingga 24 Juli mendatang. Sejumlah menteri dijadwalkan hadir pada acara itu, antara lain, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edi, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) Rahmat Witoelar, Menteri Pertanian Anton Apriantono, dan Menneg PPN/Kepala Bapenas Paskah Suzetta. (rif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua