Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia bertekat mengembangkan tradisi bahtsul masail (pembahasan masalah keagamaan). Selain untuk melestarikan tradisi keilmuan di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), bahtsul masail juga penting untuk mencari kejelasan hukum tentang suatu masalah.
Hal tersebut diungkapkan Ketua PCINU Malaysia Ahmad Mu’idi Rofi’I dalam sambutannya pada pembukaan bahtsul masail perdana yang digelar di kantor Pengurus Ranting NU Payajaras, Kuala Lumpur, Senin (7/4) kemarin. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Helmy Muhammad.<>
Dalam acara yang diselenggarakan sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi itu, Rofi’i menjelaskan, bahtsul masail lebih penting dari pada sekedar ceramah agama. Maka, kegiatan serupa harus mulai ditradisikan di lingkungan PCINU Malaysia.
Turut hadir sebagai peserta bahtsul masail itu, perwakilan sejumlah pengurus ranting NU se-Malaysia, di antaranya, Pengurus Ranting NU Kubu Gajah Sungai Buloh, Pengurus Ranting NU Kampung Jawa, Pengurus Ranting NU Klang, Pengurus Ranting NU Kampung Sungai Cincin Gombak. (rif)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua