NU Sumsel Undang Tokoh Lintas Agama Bahas Pemanasan Global
NU Online · Jumat, 15 Februari 2008 | 13:30 WIB
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan (Sumsel) mengundang para tokoh lintas agama se-Sumsel di Palembang, Kamis (14/02) kemarin. Pada kesempatan itu, dibahas fenomena pemanasan global (global warming) yang terjadi belakangan ini.
Hadir pada acara yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sumsel itu, antara lain, Mal An Abdullah (Ketua PWNU Sumsel), Romo Ign Dwijokosuswanto Pr (Imam Diosesan Keuskupan Palembang), Darwis Hidayat (Ketua Majelis Budhayana Indonesia Sumsel) dan Sodikun (Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumsel).<>
Dalam paparannya, Dwijokosuswanto mengatakan, saat ini Indonesia kehilangan hutan tropis tercepat di dunia. Akibatnya, kesehatan masyarakat menurun.
âPerlu nyala optimisme para tokoh agama untuk menjadi tanda harapan yang berperan meneguhkan dan sekaligus memberi inspirasi agar upaya perbaikan secara evolutif melaui tindakan-tindakan nyata,â terangnya.
Senada dengannya, Sodikun meminta para tokoh agama agar menjadi pelaku aktif untuk memberikan penyadaran kepada umatnya tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. âSelain itu, hukum juga harus ditegakkan,â tandasnya.
Ketua Lakpesdam NU Sumsel, Hendra Zainuddin, yang juga hadir pada kesempatan itu, menjelaskan, diharapkan melalui acara itu ditemukan solusi pemikiran dari para tokoh agama dalam menanggulangi dampak pemanasan global.
Diharapkan pula, terjalin kerja sama lintas agama dan lembaga lainnya untuk melakukan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap permasalahan pemanasan global.
Seperti dilaporkan Kontributor NU Online di Palembang, Muhammad Tuwah, acara tersebut diikuti sekira 500 peserta dari berbagai lembaga swadaya masyarakat, kalangan gereja, NU Sumsel, Forum Pondok Pesantren se-Sumsel, kalangan pondok pesantren dan instansi pemerintah. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua