Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gembira dengan tertangkapnya beberapa tokoh dan anggota jaringan teroris yang sering menggunakan simbol-simbol Islam dalam berbagai aksi mereka.
Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj mengingatkan kembali perlunya menggiatkan upaya pemberian pemahaman keislaman yang benar, terutama pada generasi muda, agar tidak mudah tergelincir dan bergabung dengan kelompok yang memahami Islam secara sempit.
<>”Kita adalah ummatan wasatan, laitakûna syuhadâ’a alannâs. Artinya bukan hanya berakidah melainkan juga sehat sejahtera, berilmu, berahlaq, berkebudayaan, pinter cerdas dan canggih,” katanya di Jakarta, Sabtu (16/6).
Pemahaman penting yang perlu diluruskan, kata Kang Said (panggilan akrab KH Said Aqil Siradj) adalah mengenai anjuran jihad yang diartikan sebagai pengrusakan dan pembunuhan terhadap manusia lain.
”Jihad yang penting adalah daf’u dhororin ma’shûmin, memberi keamanan kepada orang baik-baik. Kata "ma’sûmin" itu bukan bandar narkoba, bukan preman, bukan pengedar senjata terlarang tidak suka mabuk-mabukan, bukan penjahat, bukan perampok, walhasil orang baik-baik lah! Ini harus dijaga, baik mereka muslim atau bukan.
Nahdlatul Ulama, kata Kang Said, tidak pernah radikal kecuali pada Resolusi Jihad untuk menghadapi NICA yang ingin kembali menjajah Indonesia pascakemerdekaan 17 Agustus 1945. Waktu itu Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ary menyerukan Resolusi Jihad kepada warga NU untuk mengusir secara paksa para penjajah ke negeri asal mereka.
”Kita justru harus melindungi orang-orang China, orang-orang Kristen, jangan sampai mererka hidup di tengah-tengah mayoritas muslim tetapi selalu diliputi ketakutan, maka berdosa lah kita,” kata Kang Said.
”Yang dilarang oleh Allah adalah kita membantu orang-orang muslim yang nyata-nyata mefasilitasi untuk menyerang orang-orang muslim sendiri. Contoh konkritnya adalah Saudi Arabia, Bahrain, Kuwait Qatar mempersiapkan lapangan terbang beserta segala fasilitas mereka untuk tentara Amerika yang jelas-jelas akan membunuh dan memerangi Iraq,” tambahnya.(nam)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua