Probolinggo, NU Online
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan konsep yang paling sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam. Konsep ini sesuai dengan yang dipraktikkan Rasulullah Muhammad SAW ketika memimpin Madinah.
“Rasululah SAW tahu bahwa di Madinah saat itu bukan hanya ada Islam. Namun juga ada Yahudi, Majuzi, Nasrani dan yang lain. Sebuah kondisi yang beragam,” kata ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ali Maschan Musa, dalam acara silaturrahim pengurus ranting NU se Jawa Timur Rayon 1 di pendapa Pemkab Probolinggo, Sabtu (2/6) kemarin.
Menurut Ali Maschan, para sahabat Rasulullah yang melanjutkan pemerintahan juga tidak pernah memasukkan konsep negara Islam.
”Mengaca pada konsep pemerintahan Rasulullah dan sahabatnya, maka konsep NKRI sudah sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Dan ini merupakan konsep yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.
Dikatakan warga nahdliyyin perlu waspada terhadap munculnya beberapa aliran Islam baru yang menyerang ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang dianut NU. Aliran ini pertama-tama mempertanyakan kembali konsep NKRI dengan menawarkan konsep negara Islam.
Di hadapan ribuan pengurus ranting NU Maschan kembali menegaskan, NU sudah mencapai kata sepakat tentang konsep NKRI. “Jika ada aliran yang mempertanyakan lagi konsep NKRI maka harus berhadapan dengan NU,” tegasnya.
Kedua, lanjut Maschan, aliran baru itu mengajak warga melakukan jihad dengan definisi yang salah kaprah. Menurutnya, mereka yang menganut ajaran ini lupa bahwa jihad yang paling berat yaitu jihad memerangi hawa nafsu.”Jadi tidak perlu perang ke Irak atau Lebanon hanya untuk berjihad fi sabilillah,” tuturnya.
Aliran baru itu menjadikan masjid-masjid warga nahdliyyin sebagai medan penyebaran faham mereka. “Parahnya, ada juga warga NU yang terseret-seret dalam ajaran ini,” terang Maschan.(man/sam)
Terpopuler
1
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua