PBNU Ingatkan Bahaya Islam Radikal yang Terus Mengancam
NU Online · Selasa, 22 November 2011 | 09:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengingatkan bahaya Islam radikal yang belakangan terus menunjukkan ancamannya di tengah masyarakat. Islam radikal disebut sebagai salah satu cikal bakal munculnya aksi terorisme, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai musuh bersama bangsa Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, saat menjadi dosen dalam kuliah umum di Universitas Jambi, Senin, 21 Nopember 2011 kemarin.
<>"Di kampus Universitas Jambi ini, Islam radikal belum ditemukan, tapi benih-benihnya sudah bisa dilihat mulai tumbuh. Itu yang harus diwaspadai,"Â Â Â Â pesan Kiai Said tegas di hadapan rektor, guru besar, dekan dan ratusan mahasiswa.
Mulai munculnya benih Islam radikal di kampus Universitas Jambi pada khususnya, diketahui berdasarkan pengakuan pihak rektorat sendiri. Beberapa orang di lingkungan kampus dan aktifitas keagamaan yang dijalankan mahasiswa terindikasi mengarah pada gerakan Islam radikal.
Untuk mengatasi mulai munculnya benih Islam radikal di lingkungan kampus, Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya menyarankan, kualitas dosen sebagai tenaga pengajar harus ditingkatkat. Pihak rektorat juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktifitas keagamaan mahasiswa.
"Pada intinya semua saya sarankan waspada. Di satu sisi rektorat harus meningkatkan kualitas dosennya, terutama yang mengajar mata kulaih agama. Sementara di sisi lainnya aktifitas keagamaan di lingkungan kampus juga harus tetap mendapatkan kontrol," saran Kang Said.
Meski demikian Kang Said juga menekankan pentingnya toleransi dalam pengawasan terhadap mulai tumbuhnya benih Islam radikal di lingkungan kampus. Segala bentuk kekerasan untuk mengatasinya diminta agar dihindari.
Sebaliknya, masih menurut Kang Said, benih Islam radikal yang mulai tumbuh di lingkungan kampus dianggap sebagai bentuk terorisme teologi. Untuk mengatasinya juga disarankan agar dikedepankan cara-cara pembinaan secara tepat. "Unsur mendidik tetap harus dikedepankan, karena ini muncul di lingkungan kampus," tuntasnya.
Â
Penulis   : Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua