Warta

PBNU Resmi Cabut Penonaktifan Hasyim

NU Online  ·  Selasa, 21 September 2004 | 09:13 WIB

Jakarta, NU Online
PBNU melalui rapat gabungan yang dipimpin oleh wakil Rais Aam Syuriah PBNU, KH Endin Fachrudin Masturo kembali mencabut penonaktifan capres PDIP KH Hasyim Muzadi dan penugasan Wakil Katib Syuriah Masdar Faried Mas'udi selaku Pelaksana Harian PBNU berdasarkan keputusan Qarar Syuriah Rembang 16 Mei 2004.

Menurut Endin selaku Juru bicara, pencabutan ini dikarenakan sudah selesainya seluruh proses pelaksanaan pemilu dari mulai legislatif, pilpres putaran pertama dan kedua, disamping itu karena NU pada bulan Nopember mendatang memiliki agenda besar muktamar ke-31 di Solo. "Keputusan ini berlaku mulai hari ini Selasa (21/9) dan PBNU menghimbau kepada seluruh tim sukses di kedua belah pihak kembali aktif untuk konsentrasi menghadapi agenda-agenda besar NU, khususnya muktamar mendatang," tegasnya dalam jumpa pers di gedung PBNU lantai III, Jln Kramat Raya 164, Selasa (21/9).

<>

Hadir dalam kesempatan tersebut pengurus harian PBNU, ketua PBNU H.M. Rozy Munir, H. Ahmad Bagdja, Andi Jamaro Dulung, Ir. Mustofa Zuhad Mughni, Wasekjen PBNU, Taufiq R. Abdullah, Wakil Rais Syuriah KH. Said Aqiel Siradj, KH. Hafidz Utsman dan KH. Masdar Faried Mas'udi. Namun disayangkan Ketua umum non aktif yang baru saja di hidupkan mandatnya untuk kembali menjalankan roda organisasi, KH Hasuim Muzadi tidak hadir, dikarenakan menghadiri pernikahan putrinya di Jogjakarta.

Dijelaskan Endin, keputusan ini diambil berdasarkan AD/ART dan bukan berkaitan dengan kalah dan menangnya Hasyim dalam pilpres kedua. "Karena dalam surat qoror Syuriah mandat yang tertulis, penonaktifan berlaku sampai dengan proses pemilu berakhir, ditambah NU akan menghadapi Muktamar dan Pak Hasyim dalam hal ini bertanggung jawab mensukseskan hajat besar itu," ungkap pengasuh ponpes Al-Masturiah Sukabumi ini.

Dalam kesempatan itu PBNU juga mengucapkan terima kasih dan selamat untuk bangsa Indonesia atas suksesnya pelaksanaan pilpres putaran kedua, menghargai partisipasi rakyat dalam mengikuti proses pemilihan umum yang amat menentukan masa depan bangsa.

Masdar Legowo

Sementara itu Pelaksana Harian PBNU Masdar F. Mas’udi yang baru saja dicabut mandatnya mengatakan legowo dan menyerahkan kembali tanggung jawab mengawal organisasi NU kepada Hasyim Muzadi untuk selanjutnya mengawal agenda-agenda keumatan NU, khususnya muktamar. "Saya lega dapat menjalankan proses transisi ini, yang penting kedapan bagi saya adalah bagaimana kita bersama-sama kedepan merajut kembali hubungan yang harmonis sesama warga NU," tegasnya.

Selanjutnya ia juga mengharapkan agar semua warga NU bergandengan tangan kembali dalam ikatan yang sama untuk membangun kembali NU sebagai kekuatan moral bangsa, bukan sebagai kekuatan politiklah karena NU adalah organisasi keulamaan yang intinya adalah otoritas moralnya

Ditanya suka dukanya selama menjabat PLH, Masdar mengakui gamang dalam menghadapi pilihan-pilihan kebijakan ditengan situasi genting, tapi yang terpenting, lanjut Masdar adalah bagaimana NU secara institusi selamat dari tarik menarik kekuatan politik dan tetap bersikap netral. "PLH selalu dalam situasi genting, dimana dalam tarik menarik politik begitu keras yang selalu dicurigai orang kanan kiri, ngomong begini-begitu disalahkan, dan hikmahnya besar dalam menghadapi situasi sulit ini adalah alhamdulilah saya selamat," ungkapnya kepada NU Online.

Terkait dengan harapannya terhadap NU ke depan, ia memimpikan bahwa NU ke depan harus ditata serius yang secara keagamaan tetap setia pada nilai tradisionalnya, tetapi secara organisasi, harus ditata secara modern. “Menggabungkan nilai tradisionalitas keagamaan dan nilai modernitas keorganisasian merupakan tantangan terbesar dalam NU sehingga ia bisa berperan sebagai jangkar moralitas bangsa,” ungkapnya (cih)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang