Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan peristiwa pembakaran pesantren Syiah oleh massa di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang menambah panjang daftar kekerasan yang mengatasnamakan agama.
"Saya nyatakan bahwa kekerasan atas nama apapun tidak dibenarkan oleh agama," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat.
Kang Said meminta semua pihak bisa menahan diri, sehingga Islam "rahmatan lil alamin" (rahmat bagi semesta alam) benar-benar bisa ditunjukkan. "Dan wajah ketimuran kita tidak hilang karena tindak kekerasan," katanya.
<>
"Ke depan, akar masalah peristiwa ini harus digali. Mengapa Pesantren Syiah bisa dirusak atau diserang, bisa jadi karena mereka (kaum Syiah) mengolok-olok, atau mencaci para sahabat Nabi Muhammad SAW," ujarnya.
PBNU juga mengimbau masyarakat tidak mudah main hakim sendiri jika ada persoalan di tengah pergaulan sosial. "Ini negara hukum, masyarakat tidak boleh main hakim sendiri," katanya menegaskan.
Terkait kasus pembakaran pesantren tersebut, PBNU meminta polisi segera mengambil langkah-langkah strategis supaya peristiwa ini tidak melebar.
PBNU juga mendesak agar pemerintah bersungguh-sungguh dalam menunaikan kewajibannya menegakkan hukum serta memberikan perlindungan kepada segenap warga negara tanpa membedakan agama dan keyakinannya.
Â
Penulis: Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua