PBNU Turunkan Tim Dokter ke Lokasi Bencana Gempa Sumbar
NU Online · Selasa, 6 Oktober 2009 | 12:42 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama turunkan tim bantuan bencana gempa Sumatera Barat yang terjadi Rabu (30/9) lalu. Tim yang terdiri 3 ambulan, 4 tenaga dokter dan 15 relawan.
“Bantuan dari PBNU tersebut juga terdiri dari obat-obatan, sembako, terpal, tenda. Dari relawan tersebut, juga terdapat 2 orang psikolog yang akan menanggani masyarakat yang trauma karena bencana gempa,” kata Teddy, Koordinator Lapangan, Selasa (6/10).<>
Teddy Permana Daud yang didampingi rekannya Safran menyebutkan kepada Kontributor NU Online Bagindo Armaidi Tanjung, bahwa tim yang tergabung dalam CBDRM (lembaga PBNU yang mengurus bencana) yang dipimpin Arianto Muhtadi, bekerjasama dengan Lembaga Pelayanan Kesehatan NU (LPK-NU) yang diketuai dr. Syahrijal.
Menurut Teddy, tim bantuan bencana ini sudah berada di Padang yang bermarkas di PW NU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang Baru Padang, sejak Ahad (4/10) hingga 16 Oktober 2009 mendatang. Namun, bila kondisinya masih diperlukan, bisa saja diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
Ditambahkan Teddy, untuk tahap kedua, Tim Bencana ini akan melakukan rekonstruksi pasca gempa.
"Kemarin, tim ini sudah melakukan pengobatan kepada masyarakat yang terkena gempa di dua tempat di Sintuak sebanyak 235 orang dan di Tanjung Pisang Sintuak Kecamatan Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman sebanyak 120 orang. Masyarakat memang amat membutuhkan pertolongan pengobatan pasca gempa,” katanya. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua