PCNU Pekalongan Rukyat di Pantai Ujung Negoro
NU Online Ā· Rabu, 16 September 2009 | 10:01 WIB
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan akan melakukan rukyatul hilal bersama Kandepag Kota Pekalongan di Pantai Ujung Negoro Kabupaten Batang. NU juga akan menggelar posko untuk mempermudah jaringan informasi di kantor cabang, Jalan Jendral Sudirman 56, Pekalongan.
Demikian dikatakan Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Salahudin, STP kepada NU Online Selasa (15/9) kemarin. Ia meminta warga NU agar menunggu hasil rukyat yang akan menjadi bahan keputusan pemerintah dalam sidang itsbat.<>
Dikatakan, langkah pemerintah mengakhiri puasa dengan melihat bulan sejalan dengan kebijakan NU tentang pedoman mengawali dan mengakhiri puasa dengan melihat hilal, sehingga apa yang menjadi keputusan pemerintah akan diikuti oleh warga nahdliyyin.
Sekretaris Lajnah Falakiyah NU Kota Pekalongan Ahmad Tubagus Surur mengatakan, secara hisab tanggal 19 September 2009 besok bulan sudah berada di atas ufuk sekitar 5 derajat, sehingga sangat mungkin untuk dilihat dengan mata telanjang.
Akan tetapi menurutnya, NU tidak hanya menggunakan hisab sebagai keputusan untuk mengawali dan mengakhiri puasa, akan tetapi hisab hanya sebagai alat untuk mempermudah melakukan rukyat.
Jika memang nanti pada malam minggu bulan sudah nampak dan bisa dilihat, maka idul fitri jatuh pada hari Ahad 20 September 2009. Akan tetapi jika tidak berhasil dilihat, maka puasa akan digenapkan menjadi 30 hari dan lebaran jatuh pada hari Senin 21 September 2009.
Sementara itu, untuk mengantisipasi penyambutan idul fitri yang berlebihan, PCNU membuat seruan kepada segenap ummat Islam, agar merayakan idul fitri dengan penuh kesederhanaan. Manfaatkan momentum idul fitri 1430 H dengan memperbanyak silaturrahmi kepada sanak saudara, kerabat, handai taulan, khususnyaĀ kepada para ulama dan sesepuh.
Pada malam lebaran perbanyaklah kumandang takbir tahmid dan tahlil di masjid-masjid dan musholla-musholla yang ada. Tidak perlu menggelar takbir keliling, karena pada kenyataannya takbir keliling khususnya yang menggunakan sepeda motor atau mobil lebih banyak madlorotnya daripada manfaatnya.
Dari beberapa kasus, takbir keliling sering dinodai oleh tindakan orang atau kelompok dengan melepas baju bahkan dijumpai ada minuman keras dalam mobil takbir keliling dan bahkan mereka sering membahayakan bagi pengendara lainnya hingga mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Pantura. Jika hal ini masih terjadi, NU meminta kepada jajaran kepolisian agar melakukan tindakan seperlunya. (amz)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua