Jakarta, NU Online
Sektor pendidikan Islam berupa pesantren, madrasah umum dan madrasah diniyah dalam 10 tahun reformasi ini sudah mengalami perbaikan, meskipun masih banyak kendala yang harus diatasi.
“Madrasah kini sudah terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional sehingga siswa madrasah sejajar dengan sekolah umum,” kata Ketua PBNU Masykuri Abdillah kepada NU Online, Kamis (13/3).
<>Kini, materi-materi yang diajarkan di Madrasah Aliyah atau Madrasah Tsanawiyah sama dengan sekolah umum, dengan kekhususan penambahan materi keagamaan yang lebih banyak. Mereka juga mengikuti UN yang memungkinkan mereka dapat melanjutkan sekolah ke mana saja setelah lulus.
Madrasah diniyah, yang selama ini hanya mengajarkan materi-materi keagamaan seperti Fikih, Al Qur’an, hadist, bahasa Arab dan lainnya siswanya dapat mengikuti paket A, B atau C jika mereka menambahkan empat materi umum, yaitu IPS, Matematika, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan.
“Pemerintah bukan hanya memperbolehkan, tetapi mendorong mereka untuk mengikutinya untuk mendukung program wajib belajar,” kata mantan wakil rektor UIN Syarif Hidayatullah.
Beberapa kendala yang masih dihadapi diantaranya adalah kualitas guru yang masih harus diperbaiki, infrastruktur maupun alokasi anggaran yang proporsinya belum sepenuhnya seimbang dengan sekolah umum. (mkf)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua