Pentingnya Membaca Bagi Setiap Insan
NU Online · Ahad, 29 Agustus 2010 | 12:21 WIB
Wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Muhammad SAW, Surat al-Alaq mengisyaratkan bagi setiap insan untuk membaca. Apalagi kata “iqra” dalam surat tersebut diulangi dua kali. Hal itu menjelaskan bahwa proses membaca tidak hanya dilakukan sekali melainkan berkali-kali.
Demikian disampaikan Shobirin, S.Ag, M.Ag dalam taushiyah Nuzulul Qur’an di serambi Masjid al-Falah desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Jumat (27/8) lalu.<>
Menurutnya, saat ini proses membaca bukan hanya dilakukan dengan pembacaan teks melainkan semuanya mesti dibaca. Membaca kabar media, keadaan alam, lingkungan sekitar, baginya merupakan proses pembacan terhadap ayat-ayat kauniyah.
Dengan pembacaan tersebut umat Islam dimanapun tidak akan mudah goyah keimanannnya. “Allah SWT dalam surat al-Alaq menggunakan kata iqra sebanyak dua kali. Artinya kita harus membaca tidak hanya sekali tetapi berulang-ulang kali,” kata Ketua Jurusan Syariah, STAIN Kudus sebagaimana dilaporkan kontributor NU Online.
Kepada hadirin, utamanya untuk generasi muda dia berpesan agar setiap muslim rajin membaca utamanya membaca al-Quran secara istiqamah. Selain itu harus didukung pembacaan ayat-ayat kauniyah. Sebab, pemuda katanya adalah calon pemimpin masa depan.
Sementara itu, Zamroni, S.E, M.SI, Takmir Masjid al-Falah dalam sambutannya mengungkapkan agar orang tua selalu memerintahkan anak-anaknya senantiasa membaca al-Quran untuk memakmurkan masjid, musholla dan langgar pada bulan Ramadhan. Selain itu, lanjutnya juga mesti dibaca dirumah.
Ia menambahkan, bukan hanya sekadar perintah kepada anak, orang tua di rumah juga mesti membacanya agar nantinya anak mudah menirunya. (qim)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 2 Nikmat Allah yang Sering dilupakan
2
Khutbah Jumat: Memahami 4 Tingkatkan Rezeki
3
Khutbah Jumat: Jika Bisa Dibuat Mudah, Kenapa Dipersulit?
4
Insentif Guru dan Tendik Non-ASN Madrasah 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
5
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
6
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
Terkini
Lihat Semua