Warta

Penundaan Tunjangan Profesi Guru Agama Dipolitisir

NU Online  ·  Rabu, 1 April 2009 | 03:01 WIB

Tegal, NU Online
Penundaan tunjangan profesi guru agama dikhawatirkan akan dipolitisir beberapa elit politik untuk menciptakan ketergantungan para guru agama. Seperti dalam kasus penaikan dan penurunan bahan bakar minyak (BBM), pada saatnya tunjangan ini akan dicairkan untuk menarik simpati masyarakat.

Anggota Komisi X DPR RI Bahrudin Nashori menyayangkan sikap menteri keuangan yang menunda tunjangan profesi guru agama. Mestinya program ini sangat mudah direalisasikan.<>

“Peraturan pemerintah dan peraturan presiden mengenai tunjangan profesi guru kan gampang sekali dibuat. Kok pakai ancam-ancaman segala,” tukas Bahrudin di Tegal Selasa (31/3).

Penundaan tunjangan itu terkait edaran menteri keuangan yang menyatakan, jika sampai akhir Juni 2009 peraturan pemerintah dan peraturan presiden mengenai tunjangan profesi guru belum ditetapkan maka pembayaran tunjangan profesi itu untuk sementara dihentikan.

Sebelumnya Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) melalui Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dr Baedowi menyatakan, yang akan ditunda terkait edaran itu adalah tunjangan profesi guru yang ada di bawah naungan Departemen Agama.

Menurut Bahrudin, pemerintah sengaja membuat galau para pendidik, sehingga bisa dipolitisir. Saat mendekati pemilu presiden nanti, pemerintah seakan-akan meloloskan tunjangan guru agama tersebut. ”Ya, ibaratnya mau jadi pahlawan kesiangan,” kata Bahrudin. (was)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang