Rasanya aneh bila santri tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sebab, salah satu misi santri adalah dakwah. Dakwah merupakan kerja menyampaikan informasi yang penting, benar dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Peran santri dalam berdakwah harus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi infromasi.
Demikian dikatakan Wakil Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Tapak Sunan, Abdul Hamid, dalam acara pembukaan pelatihan jurnalistik, di pesantren Tapak Sunan, Condet, Jakarta Timur, Ahad (12/12). r />
“Teknologi ini barang netral, bisa merusak dan bias bermanfaat sekaligus. Karena kita santri, maka kita harus menjadikan teknologi informasi sebagai sunah hasanah (tradisi baik, red), bukan sunah sayiah (tradisi buruk, red.). pemanfaatan teknologi bias kita ikuti dengan meningkatkan kemampuan menulis. Menulis yang baik dan bermanfaat, sesuai dengan misi santri, yakni dakwah,” jelas hamid, lulusan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Ciputat.
Pelatihan jurnalistik yang akan berlangsung hingga tanggal 14 Desember ini diikuti 30 santriwan dan santriwati yang duduk di bangku madrasah aliyah. Pelatihan jurnalistik ini merupakan hasil kerjasama antara pesantren Tapak Sunan dengan Komunitas Santri Menulis (KSM).
“Kami berharap forum semacam ini menjadi rahim yang melahirkan calon penulis yang handal. Penulis berita yang benar, cerpenis yang bermanfaat, penyair yang menginspirasi, penulis naskah khutbah yang baik,” kata Hamzah Sahal dari KSM. (ml)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua