Haul atau acara tahunan untuk memperingati meninggalnya ulama dimaksudkan agar umat Islam mengingat jasa-jasa para ulama dan meneladani contoh-contoh baik yang telah dilakukan, sekaligus mendoakan agar mereka mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT.
Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni pada acara haul para pendiri Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Sabtu (4/4) malam mengingatkan, haul bukan dimaksudkan untuk mengkultuskan para ulama.<>
Ia menuturkan, Pondok pesantren Buntet, berdiri pada tahun 1750 Masehi, pada saat Mbah Muthoyib, pendiri ponpes ini meninggalkan jabatannya yang prestisius sebagai mufti dan kemudian ke Buntet untuk menyiarkan agama Islam.
"Setahun yang lalu, pada waktu almaghurah romo Kyai Abdullah Abbas wafat, saya alhamdulillah bisa datang kemari. Dan saya mengingatkan pada kita semua bahwa dengan kepergian beliau ini, maka ulama-ulama yang sederajat dengan beliau ini semakin habis, semakin kurang," katanya.
Maftuh mengaku tahu persis potensi di Pondok Buntet. Di situ banyak kiai yang memiliki kharisma. "Saya melihat ada potensi yang luar biasa di pondok pesantren Buntet ini yang juga merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU)," ia menegaskan.
Begitu besarnya peran ulama, Maftuh sempat menyebut sekiranya Mbah Abbas ini tidak datang ke Surabaya pada 10 November, tidak ada hari Pahlawan 10 November.
Sebab, saat itu para santri memiliki peranan yang cukup luar biasa. Sayangnya setelah itu banyak menjadi penonton. Dan ketika terjadi pemberontakan tahun 1948 oleh PKI, korbannya terbanyak adalah para ulama dan santri. Tahun 1965, para ulama dan santri berjuang. Tahun 1966, perjuangan berlanjut. Namun setelah selesai, kembali ulama dan santri jadi penonton.
Ia mengharapkan para ulama di sini bergerak cepat untuk mencetak ulama. Para ulama sebagai pewaris Nabi Muhammad SAW karena mereka merupakan pemimpin dan penerus pejuang ajaran Islam. Terlebih di masa depan banyak tantangan. (dpg/sam)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua