Pesantren Ar-Ridho Galakkan Pengajian Kitab Kuning
NU Online · Ahad, 22 Agustus 2010 | 03:50 WIB
Ramadhan menjadi momentum yang tepat bagi pesantren untuk memperluas cakrawala dan wawasan pemikiran santri dengan mendalami berbagai kitab kuning.
Hal itulah yang dikembangkan Pondok Pesantren Ar-Ridho, yang berlokasi di Kampungsawah, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.<>
Munandar Ma'mun, staf pengajar Pesantren Ar-Ridho kepada NU Online di Depok, Ahad (22/8) mengatakan, selama Ramadhan santri setempat diajari berbagai kitab kuning sebagai materi tambahan di luar jam sekolah maupun pengajian rutin pesantren.
"Bagi kalangan pesantren, Ramadhan merupakan bulan paling menyibukkan. Begitu pula dengan Pesantren Ar-Ridho selalu menggeliat selama 24 jam karena padatnya aktivitas santri," ujar Munandar Ma'mun.
Para santri setempat, lanjut pria yang menamatkan pendidikan di Pesantren Daarul Rahman Jakarta, nyaris tidak mempunyai waktu beristirahat sepanjang Ramadhan lantaran padatnya jadwal kegiatan yang harus diikuti.
Sejumlah kitab kuning yang diajarkan kepada santri selama Ramadhan mencakup tiga bidang yaitu fiqh, tasawuf atau akhlak dan usuluddin atau aqidah.
Sedangkan kitab yang diajarkannya yaitu Imrity, Bulughul Maram, Fathul Muin, Usuluddin, Riyadus Shailihin, Bukhari-Muslim, Ihya Ulumuddin, Tanbihul Gofilin, dan Kifayatul Akhyar.
Pengasuh Pesantren Ar-Ridho, KH A Buchory Ismail menambahkan, selama Ramadhan para santri dianjurkan mengkhatamkan Al-Qur'an.
"Setiap santri minimal mengkhatamkan al-Qur'an satu kali selama Ramadhan," ujar Buchory yang juga menjabat sebagai bendahara PCNU Kota Depok.
Buchory menghara[kan, Ramadhan dapat meningkatkan etos belajar dan ibadah santri, sehingga ke depan dapat semakin mudah menjalankan berbagai program yang dikembangkan pesantren.
Pesantren Ar-Ridho mengembangkan model pendidikan pesantren berbasis al-Qur'an, salafiyyah dan modern secara terpadu. Lembaga tersebut mengelola unit pendidikan MTs, MA, SMP, SMA dan SMK.
Selain itu, Pesantren Ar-Ridho juga mengelola majelis ta'lim dan bimbingan manasik haji umroh.(hir)
Terpopuler
1
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
2
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
3
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua