Pesantren NU Lebih Sering Didirikan Perorangan, Bukan Organisasi
NU Online · Kamis, 26 Agustus 2010 | 05:34 WIB
Nahdltul Ulama (NU) memang memiliki hubungan erat dengan pesantren. Begitu banyaknya pesantren hingga merambah ke pelosok-pelosok daerah yang berafiliasi dengan organisasi NU, termasuk di Kabupaten Tegal yang memang penduduknya 90 % warga NU (Nahdliyin)
Dari sekian banyak pesantren yang ada di Kabupaten Tegal, biasanya pesantren didirikan oleh perorangan, bukan oleh NU secara kelembagaan. Seperti umumnya pesantren-pesantren berdiri adalah karena pengaruh dan kredibilitas kekiaian seseorang, hingga dilanjutkan oleh anak dan cucu pendirinya.<>
Hasil pantuan dan analisa NU Online dari jumlah pesantren yang merambah di Kabupaten Tegal hanya ada satu pesantren yang didirikan oleh Pengurus NU, yaitu Pondok Pesantren Darun Nikmah yang didirikan oleh pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dukuhwaru.
Ketua Tanfidziyah Kiai Muhammad Hanafi saat NU Online bertandang ke rumahnya, Rabu (25/8), membenarkan bahwa Pondok Pesantren Darun Nikmah didirikan oleh Pengurus MWCNU Dukuhwaru diatas tanah 3.850 M.
“Kami merintis Pondok pesantren itu pada pertengahan kepengurusan pada periode 2005-2010 karena pada saat itu sudah ada tahan wakaf yang diberikan langsung kepada MWCNU Dukuhwaru oleh H. Faturusi seluas 3.850 M² . Dari tanah tersebut kami kelola dan hasil kesepatan pengurus untuk membuat Pondok Pesantren dan Sekolah serta Fasilitas yang lain seperti Masjid,” tuturnya
Karena ini penting, lanjut Kiai Hanafi, NU tanpa adanya pesantren maka maka ajarannya sulit untuk dikembangkan. "Kalau kita mau bekerja dan mau membesarkan NU itu mestinya diawali dari pendidikan, karena pendidikan merupakan lahan untuk menyelamatkan generasi penerus,” imbuhnya.
“Disamping itu lokasi tersebut juga sangat strategis karena berada dimuka jalan Raya yang menghubungkan antara Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, melihat lokasi ini memiliki potensi besar untuk bisa di kembangkan, agar NU tidak hanya dipandang sebelah mata, tetapi melihat potensi dan masa depanya,” harapnya. (miz)
Terpopuler
1
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua