Hubungan Partai Demokrat dengan partai mitra koalisi kembali memanas, gara-gara sharing power yang dinilai tidak adil. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku kecewa karena jatah kursi wakil ketua MPR diambil juga oleh Demokrat.
"Kita sekarang ini di dalam sedang sangat gencar menolak, atas diambilnya jatah yang seharusnya untuk PKB tapi diambil juga oleh Demokrat," kata Ketua DPP PKB Ahmad Niam Salim di Jakarta, Ahad (4/10).<>
Menurut Niam, seharusnya Demokrat berlaku adil pada partai peserta koalisi. Kesepakatan koalisi termasuk masalah sharing power seharusnya juga dipenuhi.
"Apalagi PKB ini partai yang sejak awal sudah mendukung SBY dan Demokrat, kita juga sudah bekerja sejak awal," tukasnya.
Niam mengaku tidak mengerti mengapa PKB selalu dikhianati, padahal PKB selalu mengutamakan kebersamaan dalam koalisi. Mengenai pimpinan MPR, dia menilai Demokrat lebih mempercayai isu pihak-pihak tertentu dibandingkan dengan kebersamaan dalam koalisi.
"Ada isu kalau Demokrat gak masuk pimpinan MPR nanti MPR bisa melakukan impeachment. Ini isu apa, kan gak semudah itu impeachment dan kalau ada PKB di dalamnya kan juga partai pendukung. Tapi Demokrat sudah terlanjur termakan isu seperti itu," tuturnya.
Mengenai hubungan ke depan, Niam mengaku tidak tahu. Namun dia menilai wajar jika ada wacana untuk tetap memberikan keseimbangan dalam sharing power. Misalnya mengganti jatah di parlemen yang hilang dengan kompensasi di jabatan eksekutif.
"Saya setuju saja jika mau dikompensasi dengan menteri, wajar lah masak kita terus mengalah dan tak kebagian apa-apa," ujarnya sebagaimana dilansir Harian Sindo.
Mengenai apakah PKB akan meninggalkan koalisi jika nantinya jatah menteri juga mengecewakan, Niam mengaku belum berpikir sejauh itu. Dia mengatakan pihaknya menunggu itikad baik Demokrat untuk tidak terus-terusan mengkhianati kebersamaan.
"Jangan terlalu jauh dulu, kita lihat dulu permohonan kita dipenuhi agar kebersamaan ini tidak semakin rusak dan hancur," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
4
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua