Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut media massa telah memutarbalikkan isi pidatonya terkait ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, merupakan langkah antisipatif. Sesungguhnya, Presiden ingin meningkatkan kinerja aparat keamanan.
“Saya kira, itu harus dipahami sebagai pernyataan antisipatif saja, yang mestinya menjadi kesiapan semua aparat, bahwa Presiden saat ini sedang keras terhadap segala bentuk terorisme,” kata Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, kepada wartawan saat merayakan Hari Lahir ke-11 PKB di kantornya, Jalan Sukabumi, Jakarta, Kamis (23/7) siang.<>
Karena itu, kata Muhaimin, sebaiknya semua pihak dapat memahami pernyataan itu dari sisi semangatnya. “Yaitu dalam rangka meningkatkan kinerja seluruh aparat keamanan,” tandasnya.
Demkian pula menanggapi pernyataan Presiden bahwa ledakan bom yang menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang itu berkaitan dengan hasil Pemilu Presiden. “Itu hanya sebagai warning (peringatan) kepada semua pihak, terkait dugaan ada yang ‘bermain’ di balik kejadian itu,” jelasnya.
Presiden, Rabu (22/7) kemarin, mengatakan bahwa media massa telah “memelintir dan memutarbalikkan” pernyataannya. Akibatnya, terjadi perubahan masalah pokok yang sebenarnya disampaikan.
"Yang terjadi berubah dari apa yang saya omongkan. Seperti dipelintir dan diputarbalikkan. Apa yang terjadi, SBY dituduh begitu saja mengkaitkan bom dengan pilpres. Begitu katanya dalam pernyataan saya," terang SBY.
Ia menambahkan, dirinya amat prihatin dengan polemik yang terjadi beberapa hari terakhir. Padahal, pidatonya soal ledakan bom pada 17 Juli pekan lalu itu telah menggunakan bahasa yang gamblang dan amat jelas. (rif)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua