Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan berpikir panjang untuk berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), karena tidak ingin justru bermasalah dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan konstituen terbesarnya.
"Kita tidak ingin terjadi perpecahan antara PKB dengan NU," kata Lukman Sekretaris Jendera PKB Lukman Edy saat ditemui di sela-sela Simposium Nasional PKB di Jakarta, Selasa (12/11).<>
Apalagi belakangan ini warga NU mempotes PKS karena partai yang dipimpin Tifatul Sembiring itu memasang gambar pendiri NU, KH Hasyim Asy`ari, dalam iklan politiknya.
Sebagai partai politik, kata Lukman Edy, PKB tidak mempermasalahkan iklan PKS yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi tersebut, namun tidak demikian dengan NU yang merupakan "ibu kandung" PKB.
Sebagai kader NU, ia bisa memahami dan merasakan keberatan kalangan Nahdliyin (sebutan warga NU, red) tersebut. Sebab, di satu sisi PKS dikenal sering menyerang ajaran dan amalan NU, di sisi yang lain justru memasang pendiri NU untuk kepentingan politiknya.
Sepengetahuan Lukman, pengurus NU telah melayangkan surat keberatan ke PKS terkait iklan itu, namun tidak ditanggapi sehingga ia menduga ada agenda tertentu yang dimainkan PKS.
Ketika ditanya iklan terbaru PKS yang juga memasang mantan presiden Soeharto yang ditempatkan sebagai pahlawan dan guru bangsa, ia menjawab, iklan tersebut bisa jadi kontraproduktif karena pasti mengundang kritik seperti sebelumnya.
"Aneh saja, apa maksudnya memunculkan tokoh-tokoh itu," kata Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal itu. (ant/sam)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua