Pleno LFNU Bahas Penetapan Awal Ramadlan dan Syawal
NU Online · Senin, 17 April 2006 | 07:20 WIB
Bandung, NU Online
Pimpinan Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), 14-16 April kemarin menggelar Rapat Pleno pengurus di Sentral Pendidikan Bank Rakyat Indonseia (BRI), Lembang, Bandung, Jawa Barat. Hadir dalam kegiatan tahunan itu, semua pengurus LFNU serta para Kiai ahli Ilmu Falak atau Ilmu Hisab serta ahli Ilmu Astronomi dari berbagai daerah.
Di antara ahli Astronomi yang hadir adalah Dr. Ing. H.Hafidz, Dr. Jumhur dan Hendro Setyanto. Sementara dari kalangan ahli Ilmu Falak yang hadir diantaranya adalah KH.Taufikurrahman, KH. Slamet Hambali, MA, KH. Hasan Basri, KH. Sholeh Hafsah, dan KH. Sirril Wafa.
<>Ketua PP LFNU, KH. Ghozali Masroeri mengatakan, melalui kegiatan tersebt, LFNU merancang agenda kegiatan hingga tahun 2009, sesuai dengan masa periode PBNU. ”Dalam kegiatan ini, LFNU merancang program kerja. Dengan demikian, LFNU ke depan diharapkan semakin baik kinerjanya,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan kegiatan itu.
Selain merancang progran kerja, LFNU juga melakukan penyerasian hasil hisab para ahli Ilmu Falak untuk menyusun kalender atau almanak untun tahun 2007 dan tahun-tahun mendatang. Tidak lepas dari bahasan peserta pleno masalah penetapan awal Ramadlan dan Syawal Tahun ini.
Hal itu, lanjut Kiai Ghozali, perlu dilakukan untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, terutama warga NU soal penetapan awal Ramadlan dan Syawal yang selalu menjadi perbincangan publik apabila dua bulan penting dalam Islam itu datang. ”Ini semua demi lebih baiknya pelayan terhadap masyarakat,” katannya.(amh)
Terpopuler
1
Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong
2
Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadhan
3
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan
4
6 Puasa yang Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Sya'ban
5
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Meningkatkan Kepedulian Sosial
6
Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir
Terkini
Lihat Semua