Posko NU Buat Rumah Super Murah
NU Online · Rabu, 21 Juni 2006 | 03:35 WIB
Klaten, NU Online
Tim penanggulangan gempa Nahdlatul Ulama (NU) Klaten, Jawa Tengah, membantu warga membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat gempa dalam program pembuatan rumah super murah. Dengan biaya hanya 700 ribu rupiah saja rumah-rumah warga akan berdiri kembali dan dijamin kokoh.
Gempa dahsyat yang terjadi pada Sabtu pagi (27/5) lalu telah menghancurkan sebanyak 179.000 unit rumah di Kabupaten Klaten. Rumah roboh terbanyak berada di Kecamatan Gantiwarno (10.616 unit) dan Wedi (7.207 unit).
<>“Kalau kemudian ada program renovasi rumah dengan biaya sampai 10 juta rupiah, warga mana kuat. Nah kami mempunyai program rumah super murah untuk meringankan beban warga. Biaya 700 ribu itu untuk keperluan membeli gedek (kayu: Red). Barang-barang yang masih ada seperti pintu dan engselnya yang masih bisa dimanfaatkan ya kami manfaatkan,” kata KH. Jazuli A Kasmani, penanggungjawab posko NU Klaten dihubungi NU Online, Rabu (21/6)
Program rumah super murah ini dikomandoi oleh Abdul Aziz, Maskur Hadi dan Mahrus, yang masing masing adalah Aktivis GP Ansor dan IPNU yang kreatif. Program murah itu dikonsentrasikan di tiga di kecamatan yang mengalami kerusakan terparah, yakni Gantiwarno, Wedi dan Prambanan.
Rumah supermurah yang diprogramkan Posko NU Klaten diarsiteki sendiri oleh para relawan NU yang berpengalaman di bidang itu. Rumah-rumah sederhana yang dibuat lebih banyak memakai kayu dan dijamin lebih tahan gempa.
“Kemarin 7 rumah selesai. Ternyata banyak warga yang minta. Al-hamdulillah, semua elemen NU Jawa Tengah, terutama dari Semarang dan Jepara, baik dari IPNU, Ansor dan lainnya sangat proaktif,” kata Gus Jazuli, panggilan akrab KH. Jazuli A Kasmani.
Ditanya soal bantuan pemerintah Gus Jazuli tidak meberikan tanggapan. Menurutnya, masyarakat mana saja peduli, terutama dari elemen NU, dipersilahkan membantu, tanpa harus menunggu tindakan pemerintah. (nam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua