Hingga saat ini, Partai Persatuan pembangunan (PPP) belum memberikan kejelasan arah dukungan mereka. Arus besar dalam tubuh PPP terbagi sama kuat dalam dua pilihan capres, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto.
"Kita sudah menentukan koalisinya masih terbuka apakah akan dukung Pak Prabowo atau SBY sebagai Presiden, karena inilah arus besar dalam tubuh PPP," tutur Ketua DPP PPP, Lukman Hakim Saefuddin, Sabtu (2/5/).<>
Menurut Lukman, kedua capres ini memiliki kans yang sama besar untuk didukung PPP apabila keduanya maju pilpres Juli nanti. Dalam tubuh PPP, Lukman menambahkan, saat ini sedang terjadi perdebatan terkait masalah tersebut.
Lukman juga menjelaskan alasan mengapa PPP enggan ikut dalam koalisi besar. Menurutnya PPP tidak mengenal istilah koalisi parlemen, PPP hanya mengenal koalisi untuk mengusung presiden.
"Dalam tubuh internal partai, terjadi perdebatan mendalam yang belum mengerucut. Kita berdebat mendalam terkait koalisi parlemen, kita presidensiil bukan parlementer," tutur Lukman.
Lukman juga menambahkan, PPP lebih independen dibanding peserta koalisi besar. Keputusan mendukung atau mengkritisi dalam PPP diambil tanpa pertimbangan posisi koalisi maupun pemerintah.
"Apalagi politik PPP mendukung yang baik dan mengkritisi yang buruk baik pemerintah atau oposisi," imbuh Lukman. (dtk)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua