Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap DPR lamban mengusut kasus Century. DPR pun mengancam akan memotong anggaran KPK. Hal itu dianggap PPP sebagai bentuk intimidasi legislatif terhadap yudikatif.
"Pemotongan tersebut seolah-olah dewan menempatkan diri sebagai intimidator kepada KPK. Kalau misalnya dinilai lamban maka sebaiknya anggaran ditambah. Karena banyak tugas dari KPK yang membutuhkan dana misalnya recovery aset Bank Century, menelusuri nasabah fiktif dan sebagainya," ujar Sekretaris Fraksi PPP Rommahurmuziy di Jakarta, Rabu (17/3).<>
Karena itu Romahurmuzy menilai, DPR tidak perlu mengancam-ancam KPK seperti itu dengan masalah anggaran yang akan dipotong. "Tinggal kita suport saja dengan menambah anggaran," ucapnya.
Romi juga menyatakan, saat ini PPP menganggap belum perlu menggunakan hak menyatakan pendapat. Karena hal itu justru menyepelekan semangat dari hasil paripurna, yaitu membawa kasus ini kepada ranah hukum. (min)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua