Partai Persatuan Pembangunan menjamin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan terbawa arus penyelidikan skandal Bank Century. Alasannya, partai kabah ini tidak menemukan bukti yang mengindikasikan SBY terlibat dalam kasus yang menyedot uang negara Rp 6,7 triliun itu.
"Payung besar koalisi itu SBY. Dan payungnya itu clear," kata Wasekjen PPP, M Romahurmuzy, dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/2).<>
Romi, sapaan akrabnya, mengemukakan tiga alasan yang 'mengamankan' SBY tersebut, yakni pada saat kebijakan bailout diambil Presiden sedang berada di luar negeri.
"13 sampai 26 November (2008) SBY sedang di luar negeri, sedangkan bailout diambil 21 November," jelas Romi.
Tidak hanya itu, sebelum lawatannya ke luar negeri, Presiden SBY juga telah menerbitkan Kepperes 28/2008 yang menetapkan Wapres Jusuf Kalla saat itu sebagai pelaksana tugas kepala pemerintahan sementara.
"Perpu 4/2008 tentang JPSK juga memberikan otoritas kepada KSSK untuk mengambil kebijakan saat negara mengalami krisis," terangnya.
Pengamat tata negara, Irman Putra Sidin, menjelaskan, Presiden bertanggung jawab secara konstitusional atas kebijakan bailout tersebut. Alasannya, menteri keuangan/ketua kssk sebagai pengambil kebijakan bailout berada di bawah (pembantu) presiden.
"Kalau menterinya bagus dan diapresiasi, presiden yang diapresiasi. Kalau menterinya didepresiasi, presidennya juga didepresiasi," jelas Irman. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua