Sekretaris Fraksi PPP di DPR, Romahurmuziy menilai wacana penyederhaan partai politik dengan menaikkan persyaratan parliamentary threshold (PT) hanya dalih membentuk oligarki politik. "Kalau alasannya penyederhanaan menuju sistem politik masa depan yang bipolar, sekalian saja dibuat PT 25 persen agar partai tinggal dua buah saja," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (31/5).
Romahurmuzy mengatakan, konsolidasi demokrasi salah satunya memang dilakukan dengan penyederhanaan partai politik. Karenanya PT menjadi controller utama mendorong terwujudnya hal tersebut. "Namun penerapannya juga jangan sampai membunuh demokrasi," katanya.
>
Mengangkat tinggi-tinggi angka PT, sambungnya, adalah anti demokrasi karena sama dengan memperbanyak jumlah suara hangus atau sia-sia. Dengan PT 2,5% saja pada pemilu 2009 suara terbuang lebih dari 18 juta suara atau hampir seperlima suara sah.
"Meninggikan PT hanya akan mengurangi legitimasi representativeness DPR. Karenanya 2,5 persen sudah merupakan benchmark yang perlu dipertahankan dan tidak ada alasan untuk mengotak-atik lagi," ungkapnya.
"Jangan ada oligarki mayoritas dengan mengatasnamakan rakyat dan demokrasi, sementara yang dilakukan sebenarnya pengebirian suara pemilih yang sah menurut undang-undang," sambungnya. (ful)
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
5
KPK Resmi Tahan Gus Yaqut atas Tuduhan Korupsi Kuota Haji
6
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
Terkini
Lihat Semua