PPP Tolak Kongres Penyimpangan Seks di Indonesia
NU Online · Sabtu, 27 Maret 2010 | 03:10 WIB
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menolak keras penyelenggaraan kongres internasional perkupulan lesbian, gay, biseks, transgender, interseks (ILGA) di Hotel Mercure Surabaya, 26-28 Maret 2010.
"PPP menolak dengan keras penyelenggaraan kegiatan tersebut, karena secara sungguh-sungguh telah menyinggung perasaan bangsa Indonesia terutama umat Islam," kata Ketua DPP PPP H Emron Pangkapi dan Sekjen DPP PPP H Irgan Chairul Mahfiz melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (25/3).<>
Dikatakan Emron, PPP bersikap tegas bahwa kegiatan kongres perkumpulan masyarakat yang berperilaku seks menyimpang tersebut tidak boleh dilaksanakan kapan pun dan di mana pun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai bangsa yang berbudaya dan beragama, kata dia, kegiatan kongres ILGA telah mengganggu harkat dan martabat serta jatidiri bangsa Indonesia. "Para pendukung dan penyelenggara bisa saja berlindung di balik argumentasi kebebasan berekspresi dan hak azasi manusia," katanya.
Ditegaskannya, dalam pandangan PPP penafsiran kebebasan berekspresi dan hak azasi manusia adalah tafsiran yang kebablasan, serta btidak dilandasi nilai-nilai luhur jatidiri bangsa dan nilai religiusitas. Dampak dari penyelenggaraan kongres tersebut, katanya, akan merusak tatanan sosial yang ada di tengah masyarakat Indonesia.
Dikatakannya, PPP menolak dengan sangat keras berbagai upaya yang mengarah pada aktivitas melegitimasi kegiatan penyimpangan seksual di Indonesia. (min)
Terpopuler
1
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
3
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
4
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
5
Khutbah Jumat: Memperkuat Akidah di Tengah Munculnya Keraguan tentang Tuhan
6
Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam
Terkini
Lihat Semua