Jakarta, NU Online
Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengingatkan bahwa bank syariah menghadapi tantangan yang harus diselesaikan perbankan syariah itu sendiri. Salah satunya adalah keterbatasan produk keuangan syariah.
Oleh karena itu, dia mendorong agar perbankan syariah lebih inovatif dalam menciptakan produk syariah. "Pertahankan kemurnian dan keunikan produk syariah yang menjembatani sektor keuangan dan sektor rill, dan kita juga terus mendiring standarisasi keuangan syariah dengan standar keuangan syariah Internasional," kata Halim.<>
Lebih lanjut, Halim menjelaskan tantangan yang harus diselesaikan perbankan syariah sekarang ini adalah adanya keterbatasan legal framework keuangan syariah. "Perlu untuk memberikan keyakinan bagi calon investor, dan harus selaras dengan ketentuan internasional," ujarnya, baru-baru ini.
Halim mengatakan, perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan industri yang sama di negara-negara lain di dunia. Aset bank syariah Indonesia tumbuh empat kali lipat dibandingkan negara pesaing lainnya.
"Rata-rata pertumbuhan total aset perbankan syariah 40 persen dalam lima tahun terakhir. Di dunia hanya 10-15 persen," katanya. Halim menjelaskan, perbankan syariah Indonesia kini berada di posisi empat dunia, atau di bawah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi.
Posisi Indonesia lebih baik dibandingkan Bahrain dan Uni Emirat Arab. Kendati berada di posisi empat, perbankan syariah Indonesia mengalami pertumbuhan paling menonjol di antara negara lain. Namun, pertumbuhan industri bank syariah memang masih berada di bawah Turki.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua