Jakarta, NU Online
Hari pertama puasa Ramadhan di Jakarta ditunjukkan dengan menurunnya aktifitas warga. Kawasan Matraaman, Kramat Raya, tempat PBNU berkantor, Gunung Sahari sampai dengan Glodok yang merupakan pusat bisnis kelihatan sepi, padahal biasanya hari Senin merupakan hari yang paling menyebalkan karena kemacetan dimana-mana.
Sejumlah toko dikawasan Senin dekat flyover sampai jam 10.00 pagi masih banyak yang tutup. Hal yang sama terjadi di Harco Mangga Dua, aktifitas bisnis terlihat sangat sepi. Di Mangga Dua, yang identik dengan kawasan bisnis Pacinan, beberapa warung makan yang tetap buka, dan hanya terdapat satu dua pelanggan bermata sipit yang menikmati makanan.
<>
Aktifitas perbankan juga agak menurun, BRI Cabang Kramat Raya yang biasanya selalu ramai nasabah yang bertransaksi juga sedikit lengang. Makanan kecil berupa permen dan air kemasan yang biasanya selalu disediakan buat nasabah sudah disingkirkan.
Demikian pula di kawasan Manggarai dan Pasar Rumput yang banyak berjualan sepeda, para penjual hanya duduk-duduk diteras ruko karena panasnya cuaca dan sepinya pembeli. Tak terlihat orang yang sekedar melihat-lihat sepeda, meskipun sekarang memakai sepeda sedang menjadi trend di daerah perkotaan.
Selanjutnya, di pasar Paseban, sekitar 500 meter dari gedung PBNU, yang merupakan salah satu pasar tradisional di Jakarta Pusat, transaksi yang terjadi terutama ibu-ibu yang berbelanja makanan dan buah-buahan untuk persiapan berbuka puasa.
Aktifitas di gedung PBNU juga menurun, karyawan cleaning service yang biasanya mulai bertugas pukul 07.30 jamnya dimundurkan menjadi 08.00. Beberapa aktifis NU terlihat memanfaatkan waktunya dengan mengaji Al Qur’an.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada puasa pertama juga datang ke gedung PBNU. Semalam, ia juga berada di gedung PBNU untuk memastikan jalannya rukyat yang dilakukan tim Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) berjalan dengan lancar.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua