PW Fatayat DKI Minta Anak Korban Kekerasan Jadi Perhatian
NU Online · Kamis, 14 Juli 2005 | 08:59 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua PW Fatayat DKI Karimah Hamid meminta anak-anak korban perkosaan difikirkan nasibnya. Salah satu yang penting menurutnya adalah pemberian akte kelahiran untuk keperluan sekolah, kerja dan lainnya.
“Fatayat harusnya memikirkan bagaimana mereka dapat diberikan akte kelahiran secara gratis. Ini berkaitan dengan statusnya, siapa orang tuanya. Kalau menurut Qur’an seperti dalam kisah Isa dan Maryam, kan ibunya sendiri. Ini yang mestinya dikembangkan,” tandasnya ditengah-tengah arena kongres.
<>Selain anak korban perkosaan, komunitas lain yang termarginalisasi adalah anak-anak jalanan yang hanya memiliki orang tua tunggl. Sampai saat ini bantuan terhadap akte kelahiran belum sampai pada mereka. Karena itu, Fatayatlah yang harus memulai. Kerjasama dapat dibangun dengan departemen agama karena ini berkaitan dengan nasabnya ke depan.
Menteri agama dan MUI bisa mengeluarkan fatwa bahwa anak korban kekerasan nasabnya mengikuti ibunya. Ini untuk mendapatkan kemudahan mengurus aktenya.
Kesulitan akte kelahiran juga menimpa anak-anak di panti asuhan. Menurut karimah, yang mengurus seharunya adalah yang mengadopsi atau mengangkat anak tersebut.
Anak ini tergantung siapa yang mengsuhnya, kalau seperti anak panti asuhan, siapa yang mengangkat dan mengurusi anak tersebut. Siapa yang mengasuh ya yang mengadopsinya. Ini yang berhak.(mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua