PWNU Aceh Imbau Masyarakat Tak Rayakan Valentine
NU Online · Jumat, 12 Februari 2010 | 13:49 WIB
Kalangan ulama mengimbau masyarakat terutama umat Islam di Provinsi Aceh agar tidak merayakan hari "valentine" karena bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Demikian dinyatakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Tgk Faisal Ali.
"Saya mengimbau umat Islam khususnya generasi muda Aceh untuk tidak merayakan hari valentine karena itu bukan budaya kita dan jelas bertentangan dengan aqidah yang kita anut. Karena setiap Muslim menjalankan aktifitas sehari-harinya berdasarkan ajaran Islam," katanya di Banda Aceh, Jum'at (12/2).<>
Menurut Faishal, Islam menghargai sisi budaya dalam kehidupan selama itu tidak bertentangan dengan ajaran yang dianut umat muslim.
"Namun, tidak ada dalam ajaran Islam dan adat istiadat khususnya yang berlaku di Aceh untuk merayakan valentine. Dari sisi budaya masyarakat Aceh juga tidak ada yang mengarah untuk melaksanakan perayaan valentine," kata Faisal yang juga Sekjen Himpunan Ulama Dayah (Ponpes) Aceh (HUDA).
Karena itu, Faishal mengimbau generasi muda Aceh agar menjauhi kegiatan-kegiatan yang bersifat hura-hura, pergaulan bebas yang merupakan budaya Barat.
"Perayaan valentine dapat menghilangkan jati diri seorang Muslim bahkan bisa berakibat pada rusaknya aqidah Islami," tandas Faishal. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua