Probolinggo, NU Online
Sebanyak 2239 anak yatim dan anak tidak mampu dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), Senin (2/7), dikhitan secara massal di Ponpes Syekh Abdul Qodir Jailani, di Desa Rangkang kecamatan Kraksaan, Kab Probolinggo.
Kegiatan khitan massal yang digelar ponpes asuhan KH Hafidz Aminuddin itu merupakan kegiatan bakti sosial terhadap masyarakat sekitar.
<>Khitanan massal yang melibatkan ribuan anak dari warga NU itu mendapat perhatian masyarakat setempat. Jumlah anak yang dikhitan sangat besar. Petugas medis dari Dinkes Pemkab setempat yang diterjunkan, sebanyak 200 para medis dan 30 dokter itu sempat kewalahan.
Isak tangis sejumlah orang tua pun juga sempat mewarnai pelaksanaan khitan yang dibuka langsung Bupati Probolinggo, H Hasan Aminuddin. Para orangtua anak yang dkhitan itu mengaku berterima kasih terhadap semua pihak karena bisa melakukan khitan terhadap anak-anaknya.
”Saya memang mencari khitanan massal untuk khitan anak saya ini,” kata Fatimah, salah satu warga Kraksaan.
Hadir dalam kegiatan khitanan massal tersebut, salah satu anggota DPR RI dari Partai Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) Probolinggo yaitu Aji Massaid Selain itu, muspida, pejabat pemkab, dan ketua DPRD kab Probolinggo, Drs Timbul Prihanjoko beserta sejumlah anggota DPRD lainnya.
KH Hafidz Aminuddin, pimpinan ponpes Syekh Abdul Qodir Kraksaan mengungkapkan, digelarnya khitanan massal ini merupakan kegiatan pesantren dibidang sosial kemasyarakat.
”Selain ponpes ini sebagai tempat mencari ilmu agama, juga dapat memberi manfaat terhadap masyarakat sekitar. Salah satunya dengan khitanan massal ini,” ujar Kiai Hafidz.
Dikatakannya, pelaksanaan khitanan massal tahun ini jumlahnya lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1500 anak. Jumlah anak yang dikhitan hingga mencapai 2 ribu lebih itu karena ada peserta khitan dari luar kabupaten Probolinggo. (Duta)
Terpopuler
1
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Siswa SD Meninggal Dunia Usai Tiru Tren Freestyle, KPAI Minta Industri Game Terapkan Kontrol Ketat Konten Berbahaya
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
6
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Terkini
Lihat Semua