Rizal Ramli Deklarasikan Kesiapan Memimpin Perubahan
NU Online · Kamis, 14 Agustus 2008 | 08:59 WIB
Deklarator sekaligus Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia Dr Rizal Ramli di Jakarta, Kamis, mendeklarasikan kesiapan dirinya memimpin perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.
Dalam acara deklarasi yang dihadiri sejumlah tokoh itu, Rizal mengatakan, deklarasi yang dilakukannya adalah buah dari perenungan dan keprihatinannya yang dalam terhadap bangsa yang dicintainya.<>
"Saya siap memimpin perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik, agar rakyat kita bangkit dan hidup sejahtera, apa pun risikonya akan saya hadapi," tegasnya.
Ia sengaja mengambil momentum deklarasi pada bulan Agustus karena mengingatkan pada perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa dalam memerdekakan bangsa.
Setelah 100 tahun sejarah Kebangkitan Nasional dan 63 tahun merdeka, katanya, hanya kurang dari 20 persen rakyat Indonesia yang bisa menikmati arti kemerdekaan, hidup layak, nyaman dan relatif sejahtera.
Deklarasi ini, katanya, merupakan ikrar untuk menyerahkan segala kemampuan, pikiran, tindakan, dan bahkan jiwa untuk memperjuangkan kebangkitan, kenyamanan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat.
Dalam acara deklarasi itu, juga diluncurkan buku "Rizal Ramli Lokomotif Perubahan" karya Didin Abidin Masud yang antara lain berisi Langkah Strategis dan Kebijakan Terobosan 2000-2001.
Sejak masih mahasiswa, Rizal Ramli telah dikenal sebagai aktivis. Pada awal 1977, semasa masih menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rizal bersama rekan-rekannya mendeklarasikan Gerakan Anti Kebodohan.
Akibat aktivitasnya itu, sekitar tahun 1978-1979, ia pernah dipenjarakan oleh Rezim Orde Baru di penjara militer dan Sukamiskin.
Ramli pernah menjabat sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan. Selain itu, Rizal juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Semen Gresik.
Hadir dalam acara deklarasi tersebut sejumlah tokoh antara lain Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, mantan Menristek Mohammad AS Hikam, perancang Poppy Dharsono, Mantan Ketua PBNU Salahuddin Wahid, dan pengamat politik M Qodari.
Popularitas
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, dari segi kemampuan kepemimpinan dan kapabilitasnya di bidang ekonomi, Rizal Ramli tidak diragukan lagi.
"Tetapi dari sisi popularitas, Rizal Ramli masih bermasalah, dia belum banyak dikenal publik dan namanya belum muncul dalam beberapa kali survei," katanya.
Qodari mengatakan, jika Rizal serius untuk maju menjadi salah satu calon presiden, maka ia harus segera mendongkrak popularitasnya agar tidak hanya dikenal kalangan elit, tetapi juga masyarakat luas. (ant)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua