Rusia Kritik Barat Atas Rancangan Resolusi PBB Untuk Iran
NU Online · Rabu, 20 Desember 2006 | 16:12 WIB
Moskwa, NU Online
Menteri Luar Negeri Rusia, Rabu (20/12) mengkritik kekuatan-kekuatan Barat, yang mencoba memberi hukuman pada Iran dalam rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang program nuklir Republik Islam itu.
Sergei Lavrov, merujuk negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang mengajukan hukuman larangan kunjungan luar negeri bagi para pejabat tinggi Iran, menyatakan bahwa sejak awal Rusia tidak setuju atas larangan tersebut.
Sumber Reuters melaporkan, sebelumnya, di PBB, Inggris, Prancis plus Jerman yang merancang naskah (resolusi), memutuskan untuk mengajukan langkah itu kepada DK, sehingga ke-15 anggotanya bisa memberikan satu suara.
Tapi belum ada suara sepakat yang dicapai mengingat adanya perbedaan pandangan dengan Rusia dan China.
Naskah itu membolehkan pencabutan semua hukuman jika Iran sepenuhnya tunduk dengan semua resolusi dan tuntutan DK dan dewan gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Rancangan itu melarang impor dan ekspor bahan dan teknologi terkait dengan pengayaan uranium, pemrosesan kembali dan reaktor air berat, serta sistem peluncuran peluru kendali.
Untuk memenuhi keberatan Rusia, naskah itu tidak menyebutkan reaktor air berat, yang dibangun Moskow di Bushehr, barat daya Iran yang merupakan pabrik tenaga nuklir pertama Iran. (dar)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua