Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berharap masyarakat Indonesia yang beragam dapat terus mempertahankan pola hubungan yang harmonis, guna mewujudkan tatanan masyarakat yang berperadaban, atau masyarakat yang mutamaddin.
“Pluralisme atau kebhinnekaan itu anugerah. Pluralisme ini harus kita jaga untuk mewujudkan tatanan kehidupan berbangsa yang kuat dan berperadaban, yang mutamaddin,” katanya saat memberikan taushiyah di kantor Lemhanas Jakarta, Rabu (1/9).
/>
Said Aqil mengingatkan, sebelum Indonesia lahir ini telah banyak agama ada Hindu, Budha, dan Kristen dan aliran kepercayaan lainnya. Umat Islam sebagai mayoritas harus tetap mengakui keberagaman ini.
“Kita tidak menganggap semua agama benar. Pluralisme yang kita maksud adalah mengarah ke persoalan sosial, namun kita juga harus mengakui bahwa semua agama ini mempunyai keinginan yang baik, mereka juga mempunyai cita-cita yang baik,” katanya.
Ia menegaskan, sikap saling menghormati keberagamaan ini menjadi modal dasar dalam membangun bangsa Indonesia. (nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua