Santri Perlu Dibekali Dalil-dalil Tradisi Keagamaan
NU Online · Sabtu, 28 Maret 2009 | 22:43 WIB
Para santri di pondok pesantren perlu dibekali dalil-dalil atau argumentasi ilmiah terkait dengan tradisi keagamaan atau ibadah yang diamalkan. Pasalnya saat ini marak kembali gerakan yang membid’ahkan bahkan menganggap sesat beberapa ibadah yang telah lama diamalkan umat Islam Nusantara.
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Abd. Nashir Fatah mengingatkan, gerakan tak bisa hal kecil dan menimbulkan gejolak di kalangan umat sehingga perlu diantisipasi.<>
Menurutnya, gerakan yang mudah membid’ahkan, mensyirikkan dan mengkafirkan itu sangat bahaya.
”Di desa-desa, juga di pinggiran kota, tradisi kita banyak diserang secara langsung atau tidak langsung, dan berdampak luas di masyarakat,” katanya kepada kontributor NU Online Yusuf Suharto di kediamannya Pesantren Al Fatimiyyah Tambak Beras Jombang, Sabtu (28/3).
KH Imron Jamil, A’wan PCNU Jombang menyatakan, beberapa kalangan kembali mendengungkan bahwa tradisi keagamaan yang sudah berurat akar dikalangan umat Islam Nusantara seperti tahlilan sebagai pemborosan dan bid’ah yang tidak dicontohkan oleh Nabi.
Sementara itu, ditambahkannya, beberapa orang di kalangan santri sendiri justru larut dalam gerakan-gerakan itu.
”Tidak sedikit anak pesantren yang ditempa sejak dari madrasah ibtidaiyah hingga tingkat atas, begitu keluar dari pesantren, berubah cara berfikir dan bertradisinya,” katanya.
“Mereka mendapatkan faham-faham yang selama ini belum mereka pelajari, yaitu faham dan gerakan yang mudah membid’ahkan, mensyirikkan dan bahkan mengkafirkan sesama muslim,” tambah Kiai Imron.
Menurut Kiai Nashir, kalangan NU dan pesantren juga harus melakukan peninjauan terhadap metode atau manhaj dakwah.
“Kita harus juga introspeksi, karena para santri itu kurang atau tidak dibekali doktrin tentang landasan amaliyah tradisi yang dipegangi,” katanya.
”NU juga pesantren itu besar dan tanpa terasa menjadi lupa bahwa benteng amaliyah itu dianggap hal kecil,” lanjut pengasuh Pesantren Virtual ini. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua